D-ONENEWS.COM

Bupati Thoriq Lantik 158 Kepala Desa Se-kabupaten Lumajang

Lumajang.(DOCC) – Kepala Desa terpilih dalam pesta Demokrasi kemarin pada pagelaran Pilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung pada 18 Desember 2019 lalu, resmi dilantik oleh Bupati Lumajang di Pendopo Aryawiaraja, Rabu (8/1/2020).

Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq resmi melantik 158 kepala desa terpilih secera serentak di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa tugas Kepala Desa adalah mendekati dan mengayomi masyarakat di desanya masing masing. Untuk itu ia berpesan agar Kepala Desa melaksanakan hak, wewenang dan kewajiban Kepala Desa dengan penuh amanah.

Bupati juga berpesan agar Kepala Desa mendatangi tokoh-tokoh masyarakat, BPD, LKMD, RT maupun RW termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bisa diajak bekerjasama dengan baik dalam mewujudkan desa yang lebih maju dan menjamin keamanan desanya tetap kondusif. Ia menekankan agar Satgas Keamanan Desa dan kegiatan Siskamling kembali dapat digalakkan.

“Saya pak Kapolres akan ikut patroli di desa masing-masing disitu akan ketahuan. Kami akan ikut keaamanan di desa-desa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati berpesan agar desa memprioritaskan anggaran di desanya untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Ayo bekerja keras dengan nyata dengan program-program dengan baik itu akan yang menjadi amanah untuk mensejahterakan masyarakat di desa,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Lumajang, Dandim 0821/Lumajang, Kapolres Lumajang, Ketua DPRD Lumajang, Sekertaris Daerah Kabupaten Lumajang dan Kepala OPD terkait.

Namun saat acara pelantikan Kepala Desa sempat diwarnai penolakan, pasalnya wartawan yang hendak meliput kegiatan tersebut tidak boleh masuk karena tidak memiliki surat undangan dari Panitia.

hendak meliput kegiatan tersebut di hadang oleh oknum ASN bernama R dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lumajang melarang wartawan masuk, karena tidak membawa undangan dari panitia.

Salah satunya adalah, Abdul Rohman, Reporter Kompas TV yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum pegawai DPMD karena diminta menunjukan undangan untuk bisa masuk, karena tidak bisa menunjukan undangannya dilarang masuk.

“Maaf mas, kalau tidak membawa undangan dilarang masuk,” ujar Abdul Rahman menirukan ucapan oknum tersebut.

Dia menjelaskan, dirinya datang ke Pendopo Arya Wiraraja Lumajang untuk meliput acara pelantikan 158 kepala Desa. Bahkan saat masuk diacara tersebut Abdul Rohim mengenakan seragam Kompas TV dengan dilengkapi dengan ID Card.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lumajang (DPMD) Samsul Arifin ketika dihubungi via ponselnya oleh sejumlah media menjelaskan pihaknya sudah mempersilakan wartawan masuk, meski tidak membawa undangan. Ia berjanji bahwa insiden tersebut tidak akan terulang lagi.

“Teman-teman itu hanya menjalankan protap atau ketentuan di mana untuk warga yang tidak membawa undangan memang tidak boleh masuk. Sementara untuk wartawan kan berada di bawah kendali Dinas Komninfo. Tapi sekarang wartawan sudah ada di dalam semua kok mas,” terang Samsul Arifin.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq terkejut mendapat laporan insiden penghadangan wartawan oleh oknum pegawai DPMD saat peliputan pelantikan 158 Kades di Pendopo Aryawiraraja. Cak Thoriq menyesalkan insiden tersebut bisa terjadi. “Lo sopo gundul iku, kok gak pernah lihat (aku),” cetus Cak Thoriq melalu pesan daring WhatsApp.(imam)

Loading...