Probolinggo,(DOC) – Bus pariwisata Inds88Trans bernopol P 7221 UG yang membawa rombongan karyawan RS Bina Sehat (RSBS) Jember mengalami kecelakaan di lereng Gunung Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9/2025).
Bus yang di kemudikan Bahri itu mengangkut 52 penumpang. Saat melaju di jalan menurun dan menikung, rem diduga blong. Kendaraan langsung oleng, menabrak guardrail, lalu menghantam sepeda motor N-2856-OE.
“Laju kendaraan tidak terkendali. Bus bergerak ke kanan dan menabrak pembatas jalan serta sebuah motor,” jelas Kasi Humas Polres Probolinggo, Iptu Merdhania Pravita Shanty.
Akibat kecelakaan ini, delapan orang meninggal dunia. Enam korban tewas di lokasi, sedangkan dua lainnya meninggal saat perawatan di rumah sakit. Selain itu, 44 penumpang mengalami luka-luka. Mereka kini dirawat di RSUD dr. Mohamad Saleh, RS Umum Ar-Rozy, RS Umum Tongas, serta beberapa puskesmas di Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto.
Direktur RS Bina Sehat Jember, Faida, membenarkan bahwa rombongan tersebut baru saja pulang dari acara tasyakuran kelulusan S1 di Bromo. “Beberapa korban kritis. Kami menyiapkan 18 ambulans untuk evakuasi,” ujarnya.
Selain itu, Faida menuturkan bahwa tujuh jenazah sudah disucikan di RS dr. Mohamad Saleh dan siap diberangkatkan ke daerah asal masing-masing, termasuk Madiun dan Ngawi. “Ada pasangan suami-istri dan anak yang meninggal bersama. Termasuk karyawan kami, Hendra, bersama istri dan anaknya. Mereka hanya ingin berlibur, tetapi takdir berkata lain,” katanya.
Sementara itu, identitas korban meninggal sementara adalah:
- Hesty P, ahli gizi RSBS
- Arty, perawat HD RSBS
- Hendra, cleaning service RSBS
- Istri Hendra
- Anak Hendra
- Anak perawat Maria
- Dua korban lain masih dalam identifikasi
Polisi kini masih menyelidiki penyebab kecelakaan. Namun, dugaan sementara mengarah pada rem blong saat bus menuruni jalur turunan tajam di kawasan Bromo.(r7)





