Demokrat Diminta Bijak Terhadap Anggotanya di Legislatif Yang Tersandung Kasus

Foto ; Wakil Ketua DPRD Surabaya Fraksi Gerindra, AH Thony

Surabaya,(DOC) – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, AH Tony meminta Partai Demokrat bersikap bijak dan berhati-hati dalam menyikapi penempatan anggota fraksi Demokrat – Nasdem, Ratih Retnowati ditengah pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) pasca pelantikan Ketua DPRD Surabaya periode 2019-2024.

Menurut AH Tony, status Ratih sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Jasmas 2016 membuat dilematis dikalangan Dewan.

Bacaan Lainnya

“Anggota Dewan yang baru ini semangatnya melakukan penguatan fungsi. Sementara itu sekarang ini Bu Ratih tersandung persoalan dugaan korupsi. Kalau dipaksakan menduduki posisi di alat kelengkapan dewan akan menimbulkan kontra-produktif karena belum bisa beraktifitas,” jelas politisi Gpartai Gerindra ini, Senin(30/9/2019).

Selain itu, AH Tony juga mengatakan kalau Ratih di tempatkan di posisi alat kelengkapan dewan akan memicu anggapan negatif dari masyarakat.

“Kita yakin Demokrat bijak menyikapi tanpa mengurangi hak Bu Ratih. Misalnya dengan menempatkan beliau sebagai anggota biasa saja,” katanya.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan penguatan fungsi anggota dewan itu penting, karena sorotan dari masyarakat terhadap kinerja anggota dewan periode sebelumnya.

“Kita harus tahu diri bahwa dikaca mata masyarakat kinerja dewan di periode sebelumnya kurang,” pungkasnya.(robby)