Dinkes Jatim Bantu Penanganan Pasien Campak di Lombok

Surabaya (DOC) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur berinisiatif untuk membantu penanganan pasien yang menderita penyakit campak di lokasi bencana gempa bumi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini sejumlah pengungsi mulai terserang virus campak dan butuh penanganan serius.

“Tim (Dinkes Jatim, red) segera menangani hal ini, kita cari dan koordinasikan untuk imunisasi. Karena kalau dari Dinkes sendiri pasukannya kurang, dicarikan relawan dari Jawa Timur,” kata Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso.

Ia menjelaskan tim kesehatan akan mengidentifikasi penyebab muncul dan penularan virus campak. “Jangan sampai penyakit ini menyebar dengan cepat. Maka akan kita cari penyebabnya, kalau betul akan kita identifikasi dulu, apakah karena hepatitis biasa atau karena virus campak,” urainya.

Dinkes Jatim, sambungnya, telah mengerahkan bantuan untuk para korban dan pasien sejak pertama kali gampa terjadi. Bantuan-bantuan yang berasal dari gabungan tim dan dinas kesehatan di Jawa Timur ini diantaranya 68 dokter spesialis, 53 dokter umum, 108 perawat, 5 bidan dan 1 apoteker.

“Tim penanganan korban bencana mengedepankan empat hal, di antaranya tempat berlindung, air, nutrisi atau makanan dan sanitasi yang memadai. Setelah itu, baru selanjutnya korban memerlukan menanganan mental terkait trauma gempa,” tandasnya.

Sebagai informasi, campak merupakan infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.