D-ONENEWS.COM

Dituding Curi Uang Tabungan Rp 12 Ribu, Belasan Murid Tangannya Disulut Korek Api Oleh Guru

Lumajang, (DOC) – Dituding mencuri uang tabungan sebesar Rp 12.000, belasan siswa Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda, Desa Dadapan, Kecamatan Gucilait, Kabupaten Lumajang disulut korek api oleh Oknum Kepala sekolah dan oknum guru.

Menurut wali murid, kejadian berawal tudingan pencurian uang tabungan sebesar Rp 12.000 oknum kepala sekolah dan guru ini emosi karena tidak ada satupun murid yang mengakui “Anak-anak menahahan sakit saat disulut korek api, Kalau sampai bilang panas dan sakit, anak itu yang dituding mencuri uang tabungan,” ujar wali murid.

Atas kejadian tersebut, orang tua murid langsung melaporkan ke Polsek Gucialit.

Kapolsek Gucialit Ipda Joko Triyono mengatakan, pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari perwakilan orang tua murid MI Nurul Huda untuk melaporkan oknum kepala sekolah dan guru.

“Kejadian itu pada hari Jumat 26 Maret 2021, kemudian di laporkan ke Polsek hari Rabu 31 Maret 2021,” katanya.

lanjut, ada 3 siswa MI Nurul Huda yang tangan masih ada bekas melempuh akibat disulut korep ada oleh oknum kepala sekolahn dan guru. “Untuk sembilan siswa MI Nurul Huda lukanya sudah tidak parah,” ujarnya.

Bahkan berdasarkan informasi beredar kepala sekolah dan guru MI Nurul Huda sudah diberhentikan melalu surat pemecatan dari Yayasan Pendidikan dan Sosial Nurul Huda ini bernomor : KYNH/0011/B-2.02/IV/2021 Tentang Pemecatan Guru Yayasan, beredar di beberapa kalangan. Terlihat, surat pemecatan langsung ditandatangani oleh Ketua Yayasan Nurul Huda Dadapan beserta stempel resmi Yayasan.

Temuan media ini, ada dua surat pemecatan berkop resmi Yayasan Nurul Huda. Surat pertama pemecatan terhadap Kepala Sekolah MI Nurul Huda Dadapan, Siti Maimunah S.Pd.I dan surat pemecatan kedua ditujukan kepada Sa’idatul Mustafiah guru MI Nurul Huda), terhitung sejak 1 April 2021. (Imam/Fr)

Loading...