Dolar Menguat, Diskopindag Lumajang Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

Dolar Menguat, Diskopindag Lumajang Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap StabilLumajang,(DOC) – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah belum memicu kenaikan signifikan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lumajang. Pemerintah daerah memastikan stok bahan pokok masih aman dan harga di pasar tetap relatif stabil.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan mayoritas kebutuhan pokok yang beredar di masyarakat berasal dari produksi lokal. Karena itu, fluktuasi kurs dolar belum memberi pengaruh langsung terhadap harga di pasaran.

Bacaan Lainnya

“Selama barang tersebut tidak bergantung pada bahan baku impor, maka kecil kemungkinan mengalami kenaikan harga. Yang sering terjadi justru reaksi pasar atau spekulasi pelaku usaha terhadap kemungkinan kenaikan biaya,” kata Ridha, Senin (8/6/2026).

Komoditas Lokal Masih Stabil

Ridha menjelaskan harga beras dan berbagai hasil pertanian lokal masih berada pada level normal. Bahkan, Lumajang masih mencatat tren deflasi sehingga pergerakan kurs dolar tidak bisa langsung dikaitkan dengan inflasi daerah.

“Kalau bicara padi atau komoditas lokal lainnya, justru kecenderungannya tidak naik. Bahkan kita masih mengalami deflasi,” ujarnya.

Meski demikian, Ridha mengingatkan bahwa beberapa komoditas masih berpotensi terdampak penguatan dolar. Komoditas tersebut antara lain kedelai dan tepung yang sebagian bahan bakunya berasal dari luar negeri.

Menurutnya, kenaikan kurs dolar dapat meningkatkan biaya produksi industri tahu, tempe, dan berbagai produk olahan berbahan dasar tepung.

“Kalau ada komponen impor dalam proses produksinya, tentu akan terdampak karena pembeliannya menggunakan dolar,” jelasnya.

Diskopindag Pantau Harga dan Stok Setiap Hari

Untuk menjaga stabilitas harga, Diskopindag Lumajang memantau sedikitnya 16 komoditas bahan pokok penting setiap hari. Petugas melakukan pemantauan di pasar tradisional dan jalur distribusi guna memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.

“Kami setiap hari memantau harga dan stok. Sampai saat ini kondisi masih normal dan pasokan juga mencukupi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Petani Lumajang Terima 54 Gudang Tembakau Senilai Rp891 Juta

Ridha menilai kenaikan harga yang muncul pada beberapa komoditas masih berada di bawah lima persen. Ia menyebut faktor psikologis pasar lebih dominan dibanding gangguan pasokan maupun dampak langsung penguatan dolar.

Siapkan Operasi Pasar Jika Harga Melonjak

Selain memantau harga, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan distributor agar pasokan barang tetap lancar. Langkah tersebut sekaligus mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga.

Diskopindag juga menyiapkan operasi pasar apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan dan memberatkan masyarakat. Namun hingga saat ini kondisi pasar masih stabil sehingga belum memerlukan intervensi khusus.

“Kami terus memantau perkembangan. Jika kenaikan harga sudah melebihi batas wajar dan berdampak pada masyarakat, tentu akan ada langkah lanjutan,” tegas Ridha.

Ia menambahkan tingkat inflasi daerah masih berada dalam batas aman. Karena itu, pemerintah daerah belum melihat adanya kebutuhan untuk mengambil langkah darurat.

“Untuk saat ini kondisi masih normal. Inflasi maupun deflasi masih bergerak dalam rentang yang wajar,” pungkasnya. (r7)

Pos terkait