D-ONENEWS.COM

DPRD Jatim Harap PT PWU Tingkatkan PAD

Anggota Komisi C, Sri Subianti ditemui di DPRD Jatim.

Surabaya (DOC)- Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur berharap kepada Direktur Utama (Dirut) baru PT Panca Wira usaha (PWU) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat terus meningkatkan dan mendongkrak pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di APBD Jatim.

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Sri Subianti ditemui di DPRD Jatim, Kamis (13/9) mengatakan, pengalaman Pak Er sapaan akrab Airlangga Satriagung menangani beberapa BUMD milik pemprov Jatim akan mampu mengubah PT PWU menjadi lebih baik dari kondisi saat ini. “Beliau kan punya pengalaman panjang menangani BUMD di Jatim, kami berharap banyak kepada Pak Er memperbaiki SDM dan manajemen PWU agar mampu menambah PAD Jatim,” ungkap Sri Subianti

Menurutnya, dengan kondisi yang lebih baik nantinya PT PWU menjadi kekuatan utama BUMD Jatim memberi pemasukan PAD Jatim, selain juga dari BBNKB, dan juga Pajak Kendaraan Bermotor. Ia juga mewanti wanti kepada Erlangga agar mengikuti perkembangan strategi bisnis, tidak lagi menggunakan pola konvensional.

“Harus menyesuaikan kondisi yang ada, jangan bermain dengan cara konvensional tapi sudah harus mengikuti perkembangan Zaman, dan yang paling penting jangan lagi minta tambahan modal ke APBD, tapi harus lebih inovatif dalam mengelola agar tidak lagi berpikir mengajukan tambahan modal dari APBD,” ujar Sri Subianti.

Anggota Komisi C DPRD Jatim lainnya, Kodrat Sunyoto meminta dan mengingatkan kepada Dirut PT PWU yang baru untuk dapat memaksimalkan aset aset milik PWU agar bisa menghasilkan pemasukan bagi PAD Jatim, sehingga budaya meminta tambahan modal kepada APBD Jatim bisa dihentikan.

“harapan saya bisa memanfaatkan aset yang ada untuk menghasilkan pemasukan PAD, sehingga tidak mengandalkan tambahan modal dari APBD lagi. Sebab selama ini kecuali Bank Jatim,  BUMD BUMD yang meminta tambahan modal kurang bagus progresnya terhadap tambahan PAD,” kata Kodrat.

Selain itu, pihaknya juga berharap kepada Dirut PWU mampu menjalin dan memanfaatkan komunikasi politik yang baik dengan komisi C untuk mengkonsultasikan perkembangan BUMD nya , seperti di daerah lain yang selalu melakukan koordinasi setiap tiga bulan sekali.

“Saya berharap PT PWU ini tidak hanya menunggu dipanggil oleh dewan untuk berkoordinasi dengan kami, tapi setiap triwulan BUMD ini bisa melakukan konsultasi dan koordinasi dengan komisi C. Di beberapa daerah lain BUMD nya itu setiap tiga bulan selalu meminta untuk bertemu dengan dewan, agar langkah yang diambil tidak salah,” harapnya.

Sementara itu Gubernur Jatim, H Soekarwo mewajibkan PT PWU dan jajaran usaha dibawahnya  untuk menyampaikan presentasinya satu persatu, dan menyiapkan konsep yaitu Finance sale And Engeenering.

“Kami meminta kepada para dirut – dirut BUMD di Jatim dan PWU untuk tidak lagi meminta tambahan modal kepada APBD,  sebab kondisi APBD kita makin berkurang karena harus memenuhi kebutuhan dasar. Anda kan bisnis, kalau minta bantuan terus lha buat apa ada dirut. Kalau begitu cukup saya saja yang mengelola. Setiap kegiatan kok minta penyertaan modal,” tegas Pakde Karwo sapaan akrabnya Gubernur Jatim, Soekarwo. (pca/p/JN)

Loading...

baca juga