D-ONENEWS.COM

Elpiji Melon Dikabarkan Langka di Bondowoso, Diduga Ada Upaya Naikkan Harga

Surabaya,(DOC) – Langkanya tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang dikabarkan telah melanda kawasan Bondowoso Jawa Timur, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur memastikan pasokan stok aman.

Kelangkaan elpiji melon tersebut, disinyalir adanya penimbunan pasokan di tingkat retail guna menaikan harga jual tinggi, jelang lebaran Idul Fitri.

Sebelumnya hampir sebagian besar warga Bondowoso merasa resah atas langkanya tabung gas melon ini.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Setiajit menyatakan, temuan dilapangan malah sebaliknya, bahwa di kabupaten Bondowoso Jawa Timur, terjadi kelebihan stok gas elpiji.

“Kelebihan stok gas elpiji terdapat di 6 agen, 813 pangkalan dan 1 SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji,red). Pasokan aman dan jumlahnya  415.000 unit gas elpiji 3 kiloan,” ungkap Setiajit.

Untuk menghindari adanya sub penimbunan pasokan guna menaikan harga jual lebih tinggi, Dinas ESDM bersama Satgas di lingkungan Pemda akan melakukan pengamanan pasokan elpiji.

“Ada dugaan dari pangkalan Elpiji yang meminta stok tambahan berlebih untuk di timbun agar harganya naik,” katanya.

Jumlah pasokan gas elpiji 3 kilo-an dari Pertamina setiap hari diberi jatah 200 tabung. Sejauh ini pihak Pertamina tidak pernah mengeluarkan delivery order (DO) untuk gas elpiji melebih jumlah yang telah ditentukan.

Kepala Gudang Elpiji wilayah Surabaya,  Dwi Santoso menjelaskan, moment lebaran seperti ini, stok elpiji melon memang dikirim berlebih oleh pihak Pertamina untuk mengantisipasi libur panjang.

“Khusus wilayahn Surabaya, harga gas elpiji melon tetap normal karena stok masih tercukupi,” ungkapnya.

Hal yang sama juga di sampaikan oleh Rudi, salah seorang penjual gas elpiji eceran di Surabaya.

“Stok masih aman, tapi biasanya kalau moment lebaran harganya tetap di naikkan, karena tak banyak toko yang buka. Naiknya juga dalam batas wajar, yaitu Rp 17.000 – Rp. 18.000,- pertabung,” paparnya.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah pedagang, untuk harga jual gas elpiji melon, dari distributor yang dijual ke pangkalan seharga Rp. 15.000, pertabung. Sementara untuk pedagang retail, harga gas elpiji melon di naikkan menjadi Rp 15.500, pertabung. Tabung gas elpiji melon itu, didistribusikan lagi ke pedagang eceran dengan harga yang telah dinaikkan. Kemudian pedagang eceran menjual ke konsumen menjadi Rp.17.000, pertabung gas elpiji melon.(div/r7)

Loading...