Surabaya, (DOC) – Sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan Analisis Big Data yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN Veteran Jawa Timur pada Rabu-Kamis (10-11/07/2024). Pelatihan yang di adakan di Hotel Movenpick ini di hadiri oleh 20 civitas akademika Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar dan seorang dosen dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Dekan FISIP UPN Veteran Jatim, Catur Suratnoaji, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan promosi. Namun juga memberikan manfaat besar untuk riset akademis, termasuk riset berbasis Big Data. Oleh karena itu, FISIP Veteran Jatim berkomitmen untuk berkolaborasi dan menyebarkan metode penelitian terkait.
“Setelah kami mengimplementasikan Big Data di UPN Veteran Jatim, kami bertekad untuk terus mengembangkan SDM di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Khususnya dalam penerapan metode penelitian berbasis Big Data,” ujar Catur di sela-sela pelatihan.
Menurutnya, analisis ini sangat penting di era digital ini. Pasalnya, pengelolaan data dalam jumlah besar dapat di lakukan secara efektif dan dimanfaatkan oleh perusahaan maupun organisasi.
Pengenalan Konsep
Dalam pelatihan ini, peserta di kenalkan dengan konsep Big Data dalam kebijakan publik, bisnis, dan riset. Mereka juga di ajari teknik penarikan data (Data Mining), analisis data, dan visualisasi data untuk pengambilan keputusan yang efektif.
“Pelatihan ini di bimbing oleh para praktisi terkemuka yang berpengalaman luas di berbagai instansi dan industri,” tegasnya.
Catur, yang di kenal sebagai pakar Big Data, mengungkapkan kebanggaannya atas tingginya minat peserta. Pelatihan ini merupakan pelatihan analisis Big Data keempat atau batch 4.
“Semoga pelatihan ini dapat terus berlanjut. Sehingga lebih banyak akademisi yang mampu menggunakan analisis Big Data,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya, dan Alumni FISIP UNHAS, Moehammad Iqbal Sultan, menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. Ia memastikan perwakilan dari semua departemen di FISIP UNHAS hadir dalam pelatihan tersebut.
“Mudah-mudahan kami bisa membawa manfaat dari pelatihan ini ke kampus kami. Jika hasilnya positif, saya akan mengusulkan kepada pihak rektorat untuk mengundang Pak Catur ke Makassar atau mengirim teman-teman dari UNHAS ke sini,” pungkasnya. (r6)






