Gagal Temui Mahasiswa Papua Surabaya, Fadli Zon Desak Polda Jatim Usut Tuntas

Surabaya (DOC) – Pascakerusuhan di Asrama Papua pada Sabtu lalu, rombongan DPR RI yang terdiri dari Wakil DPR RI, Fadli Zon dan anggota Komisi IV mendatangi Asrama Papua yang berada di Jalan Kalasan Surabaya. Namun rombongan DPR RI ini gagal menemui mahasiswa karena pintu gerbang asrama tidak dibuka oleh mahasiswa yang berada dalam asrama.

Bacaan Lainnya

Kedatangan rombongan DPR RI ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung penyebab kejadian di asrama mahasiswa papua di Jalan Kalasan. Namun rombongan wakil rakyat ini gagal menemui mahasiswa yang berada di dalam asrama, mereka hanya melihat anggota DPR RI dari dalam asrama yang berada di luar pagar dan tidak menemui wakil rakyat ini.

Fadli Zon beserta rombongan hanya bisa melihat kondisi asrama dari Jalan Kalasan dan tidak satu pun yang menemui mereka. Pagar pintu masuk asrama papua terpampang spanduk yang bertuliskan “siapapun yang datang kami tolak”, sehingga rombongan DPR RI tidak bisa menemui mahasiswa ini.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan, dirinya bersama Komisi IV mendatangi asrama tersebut sebagai respon wakil rakyat terhadap kasus ini. Fadli Zon mengaku ingin mendengarkan secara langsung apa yang menjadi permasalahan.

Terkait tindakan represif aparat, Fadli Zon mengaku ingin mengetahui secara langsung dari sumbernya dan perlu diinvestigasi.

Saat ini, Fadli Zon mengaku masih mengumpulkan data secara langsung dari aparat terkait dan dirinya belum bisa menyimpulkan terkait kasus ini karena belum mendapatkan keterangan dari pihak mahasiswa Papua maupun kepala daerah di Jawa Timur.

Setelah gagal melakukan pertemuan dengan mahasiswa Papua yang berada di Jalan Kalasan, rombongan DPR RI meninggalkan tempat.

Minta Kapolda Jatim Usut Tuntas
Fadli Zon juga meminta agar polisi mengungkap serta mengusut tuntas kasus yang terjadi di asrama mahasiswa papua di Jalan Kalasan Surabaya. Pengungkapan kasus ini masih mengalami kesulitan untuk mengungkap pelaku pembuangan bendera merah putih ke selokan yang ada di depan asrama Papua. Polisi sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk di antara mahasiswa Papua dan warga Surabaya namun sampai sejauh ini belum ditemukan pelaku yang membuang bendera.

Baca Juga:  Informasi Pengusiran Mahasiswa di Surabaya Hoaks

Fadli Zon bersama perwakilan dari daerah pemilihan Papua ini juga melakukan pertemuan tertutup di Gedung Negara Grahadi guna mencari data menegenai kejadian di asrama mahasiswa papua.

Menanggapi permintaan Wakil Ketua DPR RI itu, Polda Jatim mengaku hingga saat ini terus melakukan penyelidikan kasus pembuang bendera merah putih ke selokan yang ada di depan asrama Papua. Sejauh ini sudah ada 42 saksi yang diperiksa yakni mahasiswa papua namun mereka mengaku tidak mengetahui soal pembuangan bendera ke selokan.

Sedangkan berdasar hasil penyelidikan, ada saksi yang melihat dua orang warga Papua yang merusak bendera namun tidak mengetahui detail orangnya.

Terpisah, Kasdam V/Brawijaya menyatakan akan mengusut tuntas dugaan adanya anggota TNI yang terlibat dalam kasus kericuhan di asrama Papua. Saat ini, TNI masih melakukan pemeriksaan secara internal, bila memang terbukti ada keterlibatan TNI akan diberikan hukuman sesuai dengan tingkat kesalahan.(dwn/ziz)

Pos terkait