Surabaya,(DOC) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan dukungan penuh terhadap Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dicanangkan pemerintah pusat. Hal ini disampaikan saat mendampingi Menteri Pertanian RI dalam pelaksanaan GPM di Taman Mundu Surabaya.
“Gerakan Pangan Murah ini bukti nyata upaya kita menyediakan bahan pokok terjangkau bagi masyarakat. Di Jatim, total ada 828 titik GPM yang digelar,” tegas Khofifah.
828 Titik GPM Digelar Serentak di Seluruh Jawa Timur. Dari total 828 titik:
- 222 titik berada di kantor kecamatan,
- 212 titik di Koramil,
- 378 titik di Polsek,
- 16 titik lainnya tersebar di berbagai lokasi.
Setiap titik mendapat suplai 3 ton bahan pangan, hasil kolaborasi Pemprov Jatim, Bulog, TNI, Polri, dan pemerintah pusat.
“Kuncinya adalah sinergi lintas sektor agar harga pangan stabil dan terjangkau,” kata Khofifah.
Di lokasi GPM Taman Mundu, Bulog menyediakan:
- 10 ton beras SPHP (kemasan 5 kg, harga Rp55.000),
- 756 liter Minyak Kita (harga Rp15.000/liter),
- 260 kg gula GMM (harga Rp17.500/kg), serta berbagai komoditas lain di bawah harga pasar.
Langkah ini bukan hanya meringankan beban rumah tangga, tapi juga memperlihatkan kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat.
Produksi Surplus, Distribusi Harus Cepat
Jawa Timur saat ini memiliki produksi gabah 8,82 juta ton atau setara 5,1 juta ton beras, jauh di atas kebutuhan daerah sebesar 3,43 juta ton. Artinya, ada surplus lebih dari 1,67 juta ton.
Namun, dari target distribusi SPHP 189.740.322 kg, realisasi hingga 22 September baru 47.560.905 kg atau 25,07%.
“Produksi surplus harus diiringi distribusi cepat dan merata. Maksimalkan peran pengecer, koperasi, outlet pangan, dan aplikasi Klik SPHP agar distribusi tepat sasaran dan transparan,” ujar Khofifah.
Jatim Sebagai Lumbung Pangan dan Penopang Ekonomi Nasional
Khofifah menegaskan, GPM adalah bagian dari misi Jatim sebagai Lumbung Pangan Nusantara.
Pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan II 2025 tercatat 3,09% (tertinggi di Pulau Jawa), dengan realisasi investasi naik 7,2%, dan ekspor Juli 2025 tumbuh 20,96% (senilai 0,51 miliar USD).
“Stabilitas harga bahan pokok adalah fondasi utama agar pertumbuhan ini bisa berkelanjutan,” tegasnya.
Pengaruh Positif GPM Terhadap Inflasi
BPS Jatim mencatat, inflasi Agustus 2025 berada di angka 2,17% (year-on-year) dengan deflasi bulanan 0,10%. Ini menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif terkendali.
“Pasar murah yang kita gelar terbukti mendapat sambutan luar biasa. Ini bukti nyata kebutuhan masyarakat dan hadirnya pemerintah di tengah rakyat,” ujar Khofifah.
Mentan Apresiasi Kinerja Jatim, Dorong Percepatan Distribusi
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas capaian Jatim sebagai provinsi dengan produksi dan penyerapan beras tertinggi secara nasional.
“Presiden memberi perhatian khusus ke Jatim. Hampir semua permintaan Ibu Gubernur telah kami penuhi, tinggal perbaikan distribusi beras SPHP yang harus dipercepat,” tegas Mentan.
Ia meminta Bulog Jatim untuk memperbaiki alur distribusi dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Bulog harus pastikan tidak ada kendala. Distribusi harus dilaporkan harian. Kita semua adalah pelayan rakyat,” tegasnya. (r6)





