D-ONENEWS.COM

Gubernur Khofifah Minta Tokoh Masyarakat dan Dispendik Identifikasi Pelajar Yang Diduga Berprilaku Seks Menyimpang

foto : dokumen

Surabaya,(DOC) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa bereaksi soal dugaan maraknya penyimpangan seksual sesama jenis dikalangan pelajar SMA diwilayah kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Ia memerintahkan  Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur untuk meninjau lokasi guna mengidentifikasi pelajar yang diduga memiliki kelainan seksual.

Dalam kunjungan ke sekolah-sekolah, Gubernur Khofifah meminta agar Dispendik juga berkoordinasi dengan pihak kepala sekolah masing-masing untuk mengantisipasi fenomena ini.

Para tokoh masyarakat di Tulungagung juga diminta pro-aktif untuk membantu mengidentifikasi penyimpangan seksual tersebut.

“Dikasihkan beberapa tokoh di Tulungagung tadi malam, Selasa(23/7/2019). Mereka dengar sriwing-sriwing ada indikasi begitu, lalu langsung saya share ke PLT Kepala Dinas Pendidikan dan saya minta mereka turun mengechek,” kata Khofifah, Rabu(24/7/2019).

Menurut Khofifah, berdasarkan Undang-Undang (UU) yang berlaku di Indonesia, pernikahan sesama jenis dilarang keras. Bahkan atas prilaku seks menyimpang ini bisa memicu tingginya angka penderita virus HIV Aids di wilayah Tulungagung. Mirisnya lagi, lanjut Khofifah, korbannya adalah pelajar.

“Kita tetap pada UU 1 tahun 74 tentang perkawinan. Jadi disebutkan perkawinan yang sah adalah pernikahan. Pernikahan itu adalah laki-laki dengan perempuan. Jadi kalau ada indikasi yang tak seiring dengan regulasi maka harus dibangun komunikasi dan edukasi. Apalagi yang terindikasi adalah anak-anak SMA. Kita akan cari solusinya,” lanjutnya.

Mencuatnya kasus dugaan penyimpangan seksual dikalangan pelajar SMA di wilayah Tulungagung Jatim, pasca pihak Polda Jatim menangkap tersangka Purwanto yang ditengarai telah berhubungan intim dengan 50 pria yang diantaranya masih pelajar SMA usia 15-16 tahun. Tersangka adalah warga Tulungagung Jawa Timur.(div/r7)

Loading...

baca juga