Gubernur Khofifah: SPMB Harus Transparan dan Berkeadilan

Gubernur Khofifah: SPMB Harus Transparan dan Berkeadilan
Gubernur Khofifah: SPMB Harus Transparan dan Berkeadilan

Surabaya, (DOC)Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menurutnya, proses seleksi harus di jalankan secara objektif, transparan, akuntabel, adil, dan bebas diskriminasi.

“Semua pihak yang terlibat dalam SPMB harus menandatangani Pakta Integritas. Ini penting untuk memastikan pelayanan pendidikan yang produktif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Khofifah saat membuka Sosialisasi SPMB Gelombang IV di Batu Suki Hotel, Rabu (16/4).

Bacaan Lainnya

SPMB merupakan sistem baru yang menggantikan PPDB. Namun, tantangan tetap besar. Tahun ini, lulusan SMP sederajat di Jatim mencapai 682.252 siswa. Sementara itu, total daya tampung SMAN dan SMKN hanya 261.396 kursi atau 38,31 persen.

Artinya, lebih dari 420 ribu siswa tidak tertampung di sekolah negeri.

Khofifah mengingatkan bahwa digitalisasi saja tidak cukup. Menurutnya, pendekatan berbasis solusi sangat di butuhkan, terutama bagi siswa yang tidak lolos seleksi.

“Kalau ada yang tidak di terima, jangan di biarkan. Segera beri solusi. Ini bisa menjadi amal jariyah panjenengan semua,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam menyiapkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. Dalam pandangannya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi.

“Kita butuh sistem pendidikan luar biasa agar anak-anak kita bisa menempati posisi strategis di masa depan. Saya yakin, mereka akan jadi kekuatan besar Indonesia,” ujarnya.

Apresasi Para Pendidik

Meski begitu, Khofifah mengingatkan bahwa kerja keras pendidik tidak selalu mendapat sorotan. Menurutnya, apresiasi tak selalu datang, tetapi dampaknya akan terasa kemudian.

“Yang viral belum tentu yang paling berprestasi. Jadi tetaplah semangat, terus lahirkan anak-anak hebat untuk negeri ini,” pesannya.

Ia juga menyoroti pentingnya menguatkan ikatan alumni. Banyak lulusan sekolah di Jatim yang sukses, namun hubungan dengan sekolah sering terputus.

Baca Juga:  SMP Dwijendra Jadi Contoh Kolaborasi Sekolah dan Budaya Lokal

“Kalau alumni terhubung, dampaknya besar. Lihat saja Harvard atau Al-Azhar. Mereka kuat karena ikatan alumni yang solid,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan alternatif bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Salah satunya lewat kerja sama dengan sekolah swasta.

Menurut Aries, saat ini terdapat 1.083 SMA dan 1.860 SMK swasta di Jatim. Jika masing-masing menyediakan 10 beasiswa, maka lebih dari 29 ribu siswa bisa terbantu.

Rencananya, MoU dengan sekolah swasta terkait SPP gratis akan di tandatangani pada 2 Mei 2025.

“Kami berkomitmen memberikan kesempatan terbaik bagi seluruh siswa. Jangan sampai ada yang putus sekolah karena tidak tertampung,” tegas Aries. (r6)

Pos terkait