
Bogor,(DOC) – Para guru menyambut penuh syukur dan antusias Program Rumah untuk Guru Indonesia, sebuah inisiatif pemerintah untuk membantu para pendidik memiliki hunian layak dan terjangkau. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), PT Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), serta Badan Pusat Statistik.
Dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman dan Serah Terima Kunci yang di gelar di Perumahan Pesona Kahuripan 11, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (25/3), para guru penerima rumah subsidi mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan mereka.
Salah satunya adalah Radia Nurjanah, guru TK Islam Nurul Yaqin yang telah mengabdi selama 21 tahun. Radia menyebut program ini sebagai jawaban atas doa panjangnya.
“Saya sebelumnya tidak punya rumah. Alhamdulillah, sekarang saya punya tempat tinggal sendiri. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memfasilitasi guru-guru untuk punya rumah. Harapan saya, semoga lebih banyak guru lagi yang mendapatkan perhatian seperti ini,” ucap Radia haru.
Hidup Lebih Stabil
Senada dengan Radia, Tatang Riyanto, guru SMAN 1 Cileungsi yang telah mengajar selama delapan tahun, juga menyampaikan apresiasinya. Tatang, yang sebelumnya tinggal di kos bersama istrinya, mengaku program ini membuat hidupnya jauh lebih stabil dan semangat mengajar pun meningkat.
“Rumah saya sekarang dekat sekali dengan sekolah. Saya tidak lagi kelelahan di perjalanan. Sekarang saya bisa hadir ke kelas dengan kondisi segar dan siap memberi yang terbaik untuk murid-murid saya,” kata Tatang, perantau dari Brebes, Jawa Tengah.
Cerita lain datang dari Ika Mustikawati, guru PJOK di SMPN 1 Kramatwatu. Ia sebelumnya harus menempuh perjalanan 1,5 jam setiap hari. Meski lelah, semangat murid-murid selalu mendorongnya untuk tetap hadir di sekolah.
“Sudah lama saya bermimpi punya rumah dekat sekolah. Alhamdulillah, sekarang itu terwujud lewat KPR bersubsidi. Ini seperti mimpi yang jadi nyata. Untuk teman-teman guru seperjuangan, tetap semangat—doa dan usaha kalian tidak akan sia-sia,” tutur Ika, dengan mata berkaca-kaca. (r6)





