Hasto Ditahan, Megawati Instruksikan Kader Siaga

Hasto Ditahan, Megawati Instruksikan Kader Siaga Retret Akmil di MagelangJakarta,(DOC) – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menginstruksikan seluruh kepala daerah dari partainya untuk siaga menunda perjalanan menuju agenda retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan internal partai, meski muncul dugaan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan penahanan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (20/2/2025).

Dalam Surat Nomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang di keluarkan pada hari yang sama, Megawati mengeluarkan tiga instruksi penting:

Bacaan Lainnya
  1. Kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP menunda keberangkatan ke Magelang yang di jadwalkan pada 21-28 Februari 2025.
  2. Bagi yang sudah dalam perjalanan menuju Magelang agar segera berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut.
  3. Semua kader wajib tetap dalam komunikasi aktif dan siaga melalui commander call.

Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa PDIP sedang mengonsolidasikan kekuatan internal.

KPK Resmi Tahan Hasto Kristiyanto

Pada hari yang sama, KPK menahan Hasto Kristiyanto di Rutan Kelas I Jakarta Timur. Penahanan ini akan berlangsung hingga 11 Maret 2025 sebagai bagian dari proses penyidikan kasus yang menjeratnya.

Hasto di tetapkan sebagai tersangka pada 25 Desember 2024 dalam kasus dugaan suap terhadap komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Kasus ini juga berkaitan dengan Harun Masiku, buronan KPK yang hingga kini masih dalam pelarian. Selain itu, Hasto juga di duga terlibat dalam upaya perintangan penyidikan.

Saat tiba di gedung KPK sebelum penahanannya, Kamis (20/2/2025) siang, Hasto memberikan pernyataan kepada awak media. “Saya menghadapi proses ini dengan penuh tanggung jawab dan akan mengikuti jalannya hukum. Saya yakin keadilan akan berpihak pada kebenaran,” ujar Hasto.

Sebelumnya, Hasto sempat mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk menggugat status tersangkanya. Namun, hakim menolak permohonan tersebut dengan alasan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Hakim menilai gugatan Hasto kabur dan tidak dapat di terima.

Baca Juga:  Bacawali Mahcfud Arifin Harapkan Mesin Politik Partai Golkar
Dinamika Politik Makin Memanas

Penahanan Hasto terjadi di tengah momen penting bagi kepala daerah yang baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Setelah pelantikan, mereka di jadwalkan mengikuti retret kepemimpinan di Akmil Magelang. Namun, instruksi Megawati mengubah situasi secara drastis.

Keputusan ini memicu spekulasi mengenai strategi politik PDIP ke depan, terutama menjelang Pemilu 2029. Dengan di tahannya Hasto, muncul dugaan bahwa Megawati siaga ingin memastikan partainya tetap solid dan tidak goyah menghadapi tekanan politik.(rd)

Pos terkait