Pertandingan sepak bola Soekarno Cup 2026. (Foto: Ist)
Surabaya, (DOC) – Aksi memukau M. Ramadan Maulana menjadi panggung utama saat Tim Banteng Jawa Barat (Jabar) menggilas tuan rumah sekaligus juara bertahan, Tim Banteng Jawa Timur (Jatim), dengan skor telak 4-1 pada laga perdana Grup A Soekarno Cup 2026 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Senin (10/8/2026).
Jatim sebenarnya mengambil inisiatif lebih dulu di awal babak pertama. Umar Tarik membuka keunggulan tuan rumah usai memenangi duel satu lawan satu dengan bek Jabar. Namun, Jabar dengan cepat merespons. Ramadan Maulana mencetak gol balasan yang mengubah skor menjadi 1-1 sekaligus membakar semangat tim tamu.
Tensi pertandingan sempat memanas di pertengahan babak pertama hingga diwarnai keributan antar-pemain. Wasit bergerak tegas dengan mengeluarkan kartu merah untuk masing-masing tim, memaksa kedua kubu melanjutkan laga sengit ini dengan 10 pemain.
Kehilangan satu pemain tak menyurutkan daya dobrak Jabar. Menjelang turun minum, Ramadan Maulana kembali membobol gawang Jatim untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, kedua tim tetap memperagakan permainan terbuka dan saling jual beli serangan. Namun, dominasi Jabar terbukti lebih mematikan. Pada menit ke-78, Ramadan Maulana resmi mengunci hat-trick sekaligus menjauhkan keunggulan Jabar menjadi 3-1.
Kemenangan fantastis Jabar akhirnya digenapkan oleh gol Ihsan Malik menjelang peluit panjang dibunyikan, menutup laga dengan skor akhir 4-1.
Hasil manis ini mengantarkan Jabar memuncaki klasemen sementara Grup A. Pada hari yang sama di stadion yang sama, partai lain di Grup A mempertemukan tim Kalimantan Barat melawan Maluku.
Turnamen Soekarno Cup 2026 sendiri menjadi panggung megah yang melibatkan 400 talenta muda dari 16 provinsi, yaitu Jatim, Jateng, DIY, Jabar, Banten, DKI Jakarta, Bali, Papua, Papua Tengah, Sulut, Sulsel, Kaltim, Kalbar, Maluku, Jambi, dan Sumut. Babak penyisihan kompetisi ini diselenggarakan di empat arena Stadion Gelora 10 Nopember, Gelora Bangkalan, Gelora Joko Samudro, dan Lapangan THOR sebelum mencapai puncaknya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.





