Kebakaran Bromo Meluas, Pemprov Jatim Tambah Helikopter dan Geser Pangkalan Operasi

Kebakaran Bromo Meluas, Pemprov Jatim Tambah Helikopter dan Geser Pangkalan Operasi
Kebakaran Bromo terus meluas, Pemrov Jatim tambah helikopter. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo kian mengkhawatirkan setelah meluas dan menghanguskan sekitar 550 hektare lahan. Merespons situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bergerak cepat menambah armada udara sekaligus menggeser pangkalan operasi guna mengefektifkan pemadaman api.

Untuk memaksimalkan penanganan dari udara, Pemprov Jatim menyewa satu unit helikopter jenis Airbus. Armada tambahan ini menerjang titik api bersama dua armada milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakni Super Puma dan Airbus yang telah beroperasi lebih awal.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Adhy Karyono, menjelaskan bahwa penambahan armada dan peninjauan jalur udara dilakukan untuk memastikan efektivitas operasi pengemboman air (water bombing).

“Tadinya dari BNPB ada dua helikopter, satu Super Puma dan satu helikopter Airbus, kemudian pemerintah provinsi menambahkan dengan menyewa satu helikopter Airbus. Kemarin kita sekaligus briefing dan melakukan pengamatan udara untuk memastikan kembali efektivitas water bombing,” ujar Adhy saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (10/8/2026).

Untuk mengejar target frekuensi water bombing di tengah meluasnya area kebakaran, Pemprov Jatim mengambil langkah strategis dengan menggeser posisi pangkalan (standby) dua helikopter Airbus.

Pangkalan yang semula berada di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, kini dipindahkan ke kawasan Ranu Pane, Lumajang. Langkah ini diambil untuk mengeliminasi kendala cuaca buruk yang kerap menghambat penerbangan dari arah Malang.

Adhy menambahkan, dukungan pasokan bahan bakar (refueling) helikopter di Ranu Pane disokong langsung melalui distribusi dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.

“Kami memutuskan dua helikopter Airbus yang semula landing dan standby dari Lanud Abdulrachman Saleh, kita standby-kan di Ranu Pane dengan refueling dorongan dari (Bandara) Juanda. Sehingga ini akan mempercepat dan meningkatkan frekuensi water bombing. Kalau tadinya harus ke Abdulrachman Saleh dan ketika cuaca kurang bagus tidak bisa terbang, sekarang tidak ada kendala itu lagi,” paparnya.

Baca Juga:  Warga Suku Tengger Tosari Bromo Peringati Hari Raya Karo

Tak hanya mengandalkan gempuran udara, pemadaman jalur darat turut ditingkatkan secara masif seiring meluasnya dampak kebakaran. Pemprov Jatim menerjunkan personel gabungan pemadam kebakaran (Damkar) yang memadukan kekuatan dari Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.

Tim gabungan darat ini juga menerapkan prosedur pembasahan (wetting) secara menyeluruh di area savana untuk mencegah munculnya pemicu api baru akibat hembusan angin kencang.

“Selama di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) cerah dan masih ada titik kepulan asap maupun api, water bombing akan terus dilakukan. Di samping itu, kami juga mengerahkan pemadaman darat yang ditambah. Bantuan dari pemadam kebakaran Surabaya, Probolinggo, dan Pasuruan sudah bersatu semua untuk pemadaman di area savana dan titik terdekat lainnya. Walaupun tidak ada api terlihat, kita tetap lakukan pembasahan supaya tidak ada lagi pemicu kebakaran,” tegas Adhy.

Pos terkait