
Surabaya, (DOC) – Identitas visual Kota Surabaya berjudul “Surabaya City of Heroes” kini resmi mendapatkan perlindungan hak cipta berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014. Sertifikat resmi di terbitkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham pada 7 Juni 2025.
Penyerahan sertifikat secara simbolis di lakukan oleh perwakilan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fikser, mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dalam acara yang di gelar di Balai Kota Surabaya, Kamis (26/6/2025).
Kepala Disbudporapar Surabaya, Hidayat Syah, menjelaskan bahwa pendaftaran hak cipta langsung di lakukan setelah identitas visual ini di luncurkan pada 31 Mei 2025. “Sertifikat ini memastikan bahwa unsur-unsur dalam identitas visual Surabaya kini sah secara hukum,” tegasnya.
Pemkot juga tengah memproses pendaftaran merek, untuk memperkuat perlindungan visual dalam konteks promosi dan kolaborasi. Hidayat menyebut, Pemkot sebagai pemegang hak cipta dan Ja’far Atthoyar sebagai pencipta desain, mendorong agar identitas ini dapat di gunakan secara luas sesuai ketentuan hukum.
“Panduan penggunaan sedang kami susun bersama tim pemenang sayembara. Harapannya bisa segera di implementasikan dalam acara, publikasi, hingga promosi kota,” tambahnya.
Kakanwil Kemenkumham Jatim, Haris Sukamto, menjelaskan bahwa pencatatan ini memanfaatkan sistem Persetujuan Otomatis Pencatatan Hak Cipta (POP HC), yang memungkinkan sertifikat keluar dalam waktu 5 menit setelah pembayaran jika dokumen lengkap.
“Ini jadi bukti autentik negara yang menetapkan siapa pencipta dan siapa pemegang hak cipta. Hak moral berlaku selamanya, sementara hak ekonomi berlaku 50 tahun sejak di publikasikan,” jelas Haris.
Ia menegaskan bahwa penggunaan tanpa izin bisa di kenai sanksi hukum, baik pidana maupun perdata. Oleh karena itu, Haris mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk sadar pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.
“Hak cipta bukan hanya soal legalitas, tapi juga investasi terhadap jati diri dan nilai masa depan suatu karya,” ujarnya.
Hasil Sayembara Nasional
Identitas visual “Surabaya City of Heroes” merupakan hasil sayembara yang di gelar Pemkot Surabaya bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Surabaya, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Dari 40 peserta dari berbagai daerah, tiga finalis di saring untuk mengembangkan konsep desain. Karya Ja’far Atthoyar terpilih sebagai pemenang setelah melalui proses inkubasi.
Desain tersebut memuat filosofi “Heroisme hari ini adalah semangat kota yang hidup dari warganya”, dengan elemen visual seperti:
- Huruf S sebagai api semangat
- Unsur Sura dan Baya sebagai simbol keseimbangan
- Pusaran arah yang menggambarkan pergerakan kota ke depan
Dengan terbitnya sertifikat ini, Surabaya kini memiliki payung hukum kuat untuk mengembangkan brand kotanya secara profesional dan berkelanjutan. (r6)





