Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Merapat ke Jokowi

Tidak ada komentar 41 views

Jakarta (DOC) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menggelar pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018). Pertemuan digelar terkait rencana gelaran Muktamar IDI ke-30 di Samarinda serta pembahasan program pemerintah yang berhubungan dengan dunia kedokteran dan kesehatan secara umum.

Dalam pertemuan itu, Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis mengatakan, IDI berharap agar JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bisa berhasil dengan baik.

“Kalau kita melihat misalnya dengan pola operasional sekarang ini, dengan defisit yang besar, kami mengkhawatirkan Kartu Indonesia Sehat, atau JKN akan mengalami suatu kegagalan. Untuk itu kami memberikan jalan keluar,” kata Ilham Oetama.

Ilham Oetama mengatakan, IDI mengharapkan agar JKN berjalan dengan baik dan sukses. Menurut IDI, dengan hasil Kartu Indonesia Sehat yang baik, maka bukan hanya masyarakat yang tertolong, tetapi para dokter juga ikut tersenyum.

“Oleh karena pada sekarang-sekarang ini, kita lihat, dengan jasa medik, kapitasi yang tidak tepat, mengakibatkan suatu defisit yang tentunya akan mengakibatkan suatu kegagalan dalam sistem pelayanan di Indonesia. Nah, beliau (Presiden Jokowi) menyetujui, dan tentunya beliau akan datang untuk memberikan suatu arahan kepada kami,” jelasnya.

Dikatakan Ilham, perubahan ke depan terkait dengan sistem JKN yakni harus dicapai dengan cepat. Dia menilai perlu transformasi yang baik di sistem tersebut.

“Konsep kita ke depan transformasi dalam bidang pendidikan kedokteran di Indonesia, dan transformasi di sistem pelayanan kesehatan di Indonesia pada era digital,” katanya.

Selain memberikan saran soal JKN, dalam pertemuan itu IDI mengundang Presiden Jokowi agar hadir dalam Muktamar IDI ke-30 di Samarinda. Ilham mengatakan, Jokowi menyanggupi untuk hadir.

“Beliau menyatakan kesediannya akan datang di muktamar karena kita harapkan ada keynote speaker, atau sebagai arahan apa yang akan kita lakukan menurut guidance dari mereka, terutama tentang masalah yang terkait kedokteran,” katanya.

Selain itu, lanjut Ilham, IDI juga menyampaikan soal konsep pendidikan kedokteran ke depan. Ilham mengatakan, harus disadari bahwa dunia pendidikan kedokteran saat ini sudah berubah, terutama masuk pada Revolusi Industri 4.0, di mana beberapa negara sudah mengubah pola pendidikan yang dapat menjawab apa yang harus dilakukan untuk akselerasi dalam diagnostik dan terapi.

“Kami sampaikan ke bapak Presiden, bagaimana melakukan Revisi UU pendidikan kedokteran yang sudah kami sampaikan ke DPR 2 tahun lalu. Semula masuk Prolegnas long list, pada 2018 masuk short list. Tahapannya, sudah diterima sepenuhnya oleh Komisi Baleg DPR, dan hari ini kurang lebih jam 10 akan masuk bahasan Bamus DPR. Bilamana diterima, tentu akan dibawa dalam rapat paripurna. Dan apabila berhasil, tentu pendidikan kedokteran di Indonesia akan masuk dalam suatu era pendidikan yang universal, revolusi industri 4.0.” katanya.(dtc/ziz)

Tag: