Indonesia Kuasai 70 Persen Pasar Konstruksi Asia Tenggara

Jakarta (DOC) – Indonesia mencatatkan namanya sebagai penguasa terbesar pasar konstruksi di Asia Tenggara. Indonesia disebut sebagai negara yang menyumbang 60-70 persen dari total pasar konstruksi di wilayah tenggara Asia ini.

Senior Event Manager PT UBM Pameran Niaga Indonesia, Niekke W Budiman mengatakan, dari seluruh proyek infrastruktur yang dikerjakan, konstruksi beton menyumbang 40 persen bahan bangunan yang digunakan.

Tak heran bila pemerintah terus menggenjot peningkatan kapasitas industri beton pracetak dan prategang nasional menjadi 50 persen hingga 2019. Porsi tersebut ingin dicapai dalam rangka menciptakan efektivitas, efisiensi dan kualitas dalam penyelenggaraan konstruksi.

“Indonesia merupakan salah satu pasar konstruksi yang terus berkembang, dan kami melihat teknologi beton seperti pracetak perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas sehingga teknologi beton terkini dapat dikuasai tenaga ahli konstruksi Indonesia untuk membantu meningkatkan kapasitas konstrik guna mendukung pembangunan,” kata Niekke dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/9/2018).

Sejak 2015, kapasitas produksi beton pracetak nasional terus meningkat, yaitu dari 25,3 juta ton menjadi 26,7 juta ton pada 2016. Jumlah tersebut kembali meningkat pada 2017 menjadi 35 juta ton.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, industri konstruksi menjadi salah satu motor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada triwulan-II 2018, Badan Pusat Statistik merilis tingkat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,27 persen. Basuki pun mengingatkan, agar jajaran Kementerian PUPR dapat memaksimalkan serapan anggaran yang telah diterima di pos masing-masing.

“Oleh karenanya penyerapan diharapkan bisa dilakukan secara merata, tidak menumpuk pada akhir tahun sehingga bisa tetap menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen,” tutur Basuki.(kcm/ziz)