Isak Tangis Keluarga dan Teman Mewarnai Pemakaman Helmi Korban Tabrak KA Surabaya Membara

Surabaya,(DOC) – Isak tangis keluarga dan teman-teman sekolah seorang korban kecelakaan Kereta Api di jembatan viaduk Tugu Pahlawan, Helmi Suryawijaya(13) terdengar keras, ketika keranda yang mengusung korban meninggal itu di arak menuju ke pemakaman Karang Tembok Surabaya, Sabtu(10/11/2018).

Seorang Pelajar SMP Negeri 44 Surabaya ini merupakan salah satu korban meninggal karena tertabrak kereta saat menonton drama kolosal Surabaya Membara di sekitar monument Tugu Pahlawan, Jumat(9/11/2018) malam.

Pelajar asal Karang Tembok 6 Surabaya ini, dikabarkan menonton drama kolosal bersama 5 orang teman main dikampungnya. Helmi langsung berangkat sepulang sekolah tanpa pulang terlebih dulu kerumahnya.

Saat di lokasi, Helmi bertemu dengan teman – teman sekolahnya yang juga hendak menonton teatrikal malam refleksi peringatan hari Pahlawan 10 November tersebut.

Ia diajak teman-temannya untuk naik jembatan viaduk jalan Pahlawan, agar lebih leluasa melihat drama kolosal ‘Surabaya Membara’ yang digelar rutin tiap tahun.

“Tiba-tiba dari timur muncul KA penumpang. Semua penonton disitu(viaduk,red) panik. Tapi Helmi tidak bisa menyelamatkan diri dan akhirnya ke tabrak,” jelas Bukit Andika Kansya, teman korban saat di rumah duka, jalan Karang Tembok 6 nomer 7 Surabaya.

Sementara itu, Achmad Harijanto, ayah Helmi membenarkan jika putranya menonton dram kolosal diajak teman – teman kampungnya. Dari awalnya ia sudah merasa khawatir, karena Helmi pulang sekolah terlambat.

“Tak biasanya Helmi ini pulang terlambat. Kekhawatiran ini makin memuncak saat keluarga ada yang mengetahui teman-teman Helmi sudah pulang. Diajak anak kampung antara tiga ya empat orang,” kata Harijanto.

Dikarenakan Helmi tak kunjung pulang, sekitar pukul 01.14 Wib, Sabtu(10/11/2018) pagi dini hari, pihak keluarga korban langsung menuju ke kamar jenazah RSUD Dr. Soetomo.

Selain Helmi Suryawijaya siswa kelas 1 SMP Negeri 44 Surabaya ini, 2 orang korban meninggal lainnya yaitu bernama Bagus Ananda(17) warga Jember yang tinggal dirumah kontrakan bersama orang tuanya di Jl Ikan Gurami 6/27 Surabaya. Bagus merupakan siswa kelas 10 SMK Negri 7 Surabaya.

Menurut ayah korban, Sumari, putranya akan dimakamkan di rumah neneknya di dusun Pondokrampal, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Jember, Jawa Timur, Sabtu(10/11/2018) hari ini.

Korban tertabrak KA di jembatan viaduk Tugu Pahlawan yang cukup miris, yakni bernama Erikawati yang masih berusia 9 tahun, seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar(SD) Dharma Siswa Surabaya.

Erikawati meninggal di tempat, dan baru bisa diidentifikasi setelah orang tuanya mendatangi ke kamar jenazah RSU dr Soetomo.

“Korban Erikawati meninggal di TKP. Alamatnya ada di Kalimas Barat Nomor 61,” ujar kata Kanit Lantas Polrestabes Surabaya, Antara, Jumat(9/11/2018) malam.(hadi/det/tri/r7)