Surabaya,(DOC) – Pemadaman listrik tanpa jadwal terjadi di sejumlah wilayah Surabaya dalam beberapa hari terakhir. Warga mengeluhkan listrik yang padam secara tiba-tiba dengan durasi berbeda-beda. Di beberapa kawasan, listrik bahkan padam lebih dari satu kali dalam sehari.
Karah, Dukuh Kupang, dan sejumlah kawasan lain di Surabaya ikut mengalami pemadaman. Warga mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya. Akibatnya, pemadaman yang terjadi secara bergantian memunculkan berbagai pertanyaan.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah grup WhatsApp menyebarkan pesan berantai mengenai pemadaman bergilir di berbagai daerah di Jawa Timur. Pesan itu muncul seiring meningkatnya laporan warga terkait gangguan listrik dalam beberapa hari terakhir.
PLN Buka Suara
Menanggapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur merilis keterangan resmi terkait sistem kelistrikan di wilayah Jawa.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, memastikan sistem kelistrikan Jawa masih beroperasi dan tetap terkendali.
Meski demikian, PLN mengakui tengah menjalankan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.
“Untuk menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah,” kata Dana, Jumat (19/6/2026).
Dana menjelaskan, PLN mengambil langkah tersebut karena kendala teknis operasional pada pembangkit listrik. Selain itu, dua unit pembangkit berkapasitas besar mengalami gangguan sehingga belum dapat beroperasi sementara waktu.
Gangguan itu menurunkan kemampuan pasokan listrik pada sistem Jawa. Karena itu, PLN melakukan pengaturan operasi sistem untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik.
Dua Pembangkit Mengalami Gangguan
PLN menyebut gangguan pada dua unit pembangkit besar menjadi salah satu penyebab turunnya kemampuan pasokan listrik. Meski begitu, perusahaan memastikan kondisi tersebut tidak memicu blackout atau pemadaman total pada sistem kelistrikan Jawa.
Saat ini PLN mempercepat proses pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain yang masih beroperasi. Selain itu, PLN menjalankan berbagai langkah teknis guna mengurangi dampak bagi pelanggan.
“PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan,” ujar Dana.
PLN Belum Rinci Wilayah Terdampak
Dalam keterangan resminya, PLN belum merinci wilayah maupun durasi manajemen beban.
PLN hanya menjelaskan bahwa manajemen beban berlangsung secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah sebagai langkah sementara untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Dana menegaskan kondisi tersebut hanya bersifat sementara. PLN akan mengakhiri manajemen beban secara bertahap seiring membaiknya pasokan listrik.
“Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem,” tegasnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses manajemen beban.
Untuk memperoleh informasi resmi terkait kondisi kelistrikan, pelanggan dapat mengakses aplikasi PLN Mobile, menghubungi Contact Center 123, atau memantau kanal komunikasi resmi PLN. (ode/r7)





