
Tuban, (DOC) – Tingginya niat dan kesadaran masyarakat Tuban untuk memilah sampah ternyata selama ini terhalang oleh ketiadaan fasilitas dan unit pengelola sampah kawasan.
Kondisi ini terkuak usai Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memetakan langsung perilaku pembuangan sampah di Pasar Bongkaran dan kawasan wisata Goa Akbar pada 25–27 September 2026.
Kegiatan lapangan yang bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tuban ini merupakan tindak lanjut dari pembukaan Abmas Berbasis Wilayah oleh Bupati Tuban Aditya Halindra pada awal September lalu.
Ketua Tim Abmas ITS, Ema Umilia, menjelaskan bahwa pemetaan dilakukan lewat kuesioner dan wawancara mendalam dengan seluruh stakeholder mulai dari pedagang, pengunjung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPTD Pasar, hingga Dinas Pariwisata.
“Dari hasil survei, terungkap bahwa secara umum masyarakat sudah memahami perbedaan sampah organik dan anorganik dan terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Namun, kebiasaan memilah sampah langsung dari sumbernya belum bisa terbentuk akibat keterbatasan sarana,” terangnya, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, hal ini dikarenakan kurangnya edukasi dan ketiadaan unit pengelola sampah di tingkat kawasan. “Padahal, minat pedagang maupun pengunjung untuk melakukan pemilahan sangat tinggi jika fasilitasnya tersedia,” imbuhnya.
Beda Karakter, Beda Pendekatan
Survei ITS juga mendapati dua dinamika yang berbeda di lokasi kajian. Pasar Bongkaran yang berhimpitan dengan Pasar Baru merupakan pusat aktivitas harian dengan volume sampah berukuran jumbo.
Sementara itu, Goa Akbar mencatatkan volume sampah lebih kecil yang hanya melonjak pada akhir pekan.
Menjawab kondisi tersebut, tim dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS ini mendesain program pendampingan langsung berbasis edukasi dan aksi nyata.
Tim ITS tidak hanya mengedukasi, tetapi juga memfasilitasi penyerahan wadah pemilahan percontohan, papan informasi interaktif, hingga pembentukan kelompok pengelola sampah mandiri yang melibatkan paguyuban pedagang dan pengelola destinasi wisata.
Inisiatif ini pun mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tuban melalui DLH, UPTD Pasar, hingga pihak Kecamatan Tuban.
Melalui pendampingan ini, Pasar Bongkaran dan Goa Akbar diharapkan dapat bertransformasi menjadi kawasan yang jauh lebih bersih, nyaman, dan berdaya tarik tinggi.
Lebih dari itu, kelompok pengelola yang dibentuk diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi baru ini secara mandiri meski masa pendampingan ITS telah usai.
“Melakukan perubahan perilaku tidak bisa dalam waktu singkat. Harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkas Ema Umilia.





