Jaga Pasokan Saat Kemarau, Penyaluran Beras SPHP Jatim Tertinggi Kedua Nasional

Jaga Pasokan Saat Kemarau, Penyaluran Beras SPHP Jatim Tertinggi Kedua Nasional
Bulog Jatim gelontorkan 65.648 ton beras SPHP jaga harga saat kemarau. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Perum Bulog Wilayah Jawa Timur bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga pangan seiring menurunnya produksi padi memasuki musim kemarau. Langkah intervensi pasar terus diintensifkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas pokok di masyarakat.

Hingga saat ini, realisasi penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jawa Timur telah menembus angka 65.648 ton. Jumlah tersebut setara dengan 66 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar 98.767 ton.

Bacaan Lainnya

Hal ini menempatkan Bulog Jatim di peringkat kedua tertinggi dalam penyaluran beras SPHP secara nasional.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu, menegaskan bahwa masifnya gelontoran beras SPHP ini diharapkan menjadi jangkar bagi stabilitas harga beras di pasar, khususnya untuk varian medium.

“Program SPHP diharapkan mampu menjaga harga beras medium tetap stabil dan tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 13.500 per kilogram,” ujar Langgeng, Senin(8/6/2026).

Langgeng merinci, harga beras SPHP di tingkat gudang Bulog saat ini dipatok sebesar Rp 11.000 per kilogram. Dengan demikian, harga jual maksimal yang sampai ke tangan konsumen akhir tidak boleh melebihi Rp 12.500 per kilogram.

Selain melakukan intervensi melalui operasi pasar SPHP, pemerintah bersama Bulog juga menggeber program bantuan pangan langsung demi meredam gejolak harga akibat hukum permintaan-penawaran.

Tak tanggung-tanggung, program bantuan pangan ini menyasar sebanyak 5.638.478 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di seluruh pelosok Jawa Timur. Melalui skema ini, setiap keluarga penerima manfaat berhak mendapatkan paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng Minyakita.

Langkah ini dinilai strategis untuk mengunci kebutuhan pangan pokok rumah tangga rentan selama beberapa pekan ke depan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut secara mandiri, tekanan permintaan terhadap beras dan minyak goreng di pasar umum diharapkan dapat berkurang signifikan, sehingga harga tetap terjaga di zona aman.

Baca Juga:  Khofifah Dampingi Wapres Tanam Padi, Ngawi Jadi Sentra Produksi

Untuk alokasi Februari-Maret yang saat ini masih berjalan, Bulog menyalurkan 112.769 ton beras kualitas medium serta sekitar 22,5 juta liter minyak goreng.

Di sisi lain, distribusi Minyakita juga terus dilakukan melalui pasar rakyat dan pasar yang tergabung dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sepanjang April hingga Juni 2026, Bulog Jawa Timur telah menyalurkan 2.239.405 liter Minyakita, dengan sekitar 64 persen distribusi dilakukan melalui pasar rakyat.

Upaya pemerintah tersebut turut berkontribusi menjaga harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Berdasarkan pemantauan Satgas Pangan Polda Jatim bersama Perum Bulog Kanwil Jatim, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surabaya di Pasar Soponyono dan Pasar Wonokromo, Minggu (7/6/2026), harga beras medium tercatat sekitar Rp 12.000 per kilogram atau masih di bawah HET Rp 13.500 per kilogram.

Sementara itu, harga beras premium berada di kisaran Rp 14.900 per kilogram, sesuai ketentuan HET yang berlaku. Adapun Minyakita dijual Rp 15.700 per liter atau sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, sejumlah pedagang berharap pasokan Minyakita dapat ditambah karena permintaan masyarakat masih cukup tinggi. Saat ini, kuota Domestic Market Obligation (DMO) Minyakita untuk BUMN pangan seperti Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma hanya sekitar 35 persen, sedangkan sisanya dipenuhi oleh sektor swasta.

Langgeng menambahkan, komoditas yang saat ini paling besar menyumbang inflasi masih berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terutama cabai rawit dan beras.

Karena itu, berbagai program pemerintah seperti SPHP, bantuan pangan, dan distribusi Minyakita diharapkan terus mampu menjaga ketersediaan pasokan, stabilitas harga, serta daya beli masyarakat.

“Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang stabil, inflasi dapat tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

Pos terkait