D-ONENEWS.COM

Jatah BBM Solar di Surabaya Berkurang, Pengemudi Truk Berburu di Sejumlah SPBU

Surabaya,(DOC) – Hingga hari ketiga bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar mengalami kelangkaan di sejumlah SPBU wilayah Surabaya, Jawa Timur, Selasa(19/10/2021).

Hal ini juga diakui oleh Arifin salah satu pengemudi truk ekspedisi yang mengeluh kesulitan mencari BBM Solar sejak dua hari yang lalu.

Ia yang telah berburu di SPBU Margomulyo, Kalianak dan Simo, baru mendapatkan BBM Solar di SPBU Krembangan Surabaya.

“Kadang-kadang sulit, kadang-kadang enggak. Sulit sejak 2 hari yang lalu. Nyampek sini langsung dapet. Biasanya hari biasa normal, sekarang susah,” ujarnya saat berburu Solar di SPBU 54 601.20 Krembangan, beberapa hari kemarin.

Supervisor SPBU 5460119 SPBU Krembangan Jalan Gresik, Fajar Adi Kurniawan mengatakan, kosong stok BBM Solar di SPBU Krembangan telah berlangsung sejak 3 hari lalu. Hal ini akibat adanya pengurangan jatah BBM Solar yang dilakukan oleh Pertamina.
“Sejak 3 hari yang lalu. Pertama karena pengirimannya telat dan jatah solarnya dikurangi. Katanya kebijakan dari pertamina. Jadi seminggu cuma dapat sekali terus kebetulan rame di sini, jadi cepat habisnya. Jatahnya 8 ton, langsung habis karena ramai,” katanya.

Menurut Fajar, pengiriman BBM jenis Solar di SPBU nya akan dikirim pada Sabtu akhir pekan ini.

“Lumayan banyak (sopir truck) yang kecele pas habis. Per hari bisa menghabiskan 1 ton kalau ga rame, kalau rame bisa sampai 3-4 ton. Jatah lagi Sabtu besok, semoga normal lagi,” harapnya.

Sementara itu, dilansir detik.com, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochamad Idhani mengatakan, peningkatan aktivitas masyarakat terlihat pada peningkatan konsumsi BBM sektor retail Pertamina yang tercatat secara nasional, pada kuartal 3 (Q3) tahun 2021 mencapai 34 juta kilo liter (KL). Meningkat hingga 6% dibandingkan Q3 tahun 2020. Untuk BBM gasoline (bensin), ada peningkatan sekitar 4%, dan untuk gasoil (diesel), bahkan mencapai 10%.
“Bahkan untuk Solar subsidi di Jawa Timur, konsumsi harian sejak September mengalami peningkatan 16% dibandingkan rerata harian di periode Januari sampai Agustus 2021. Pertamina berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan paralel secara terpusat kami akan berkoordinasi dengan BPH Migas untuk penambahan kuota Solar subsidi,” kata Deden.
Deden mengatakan Pertamina Patra Niaga memastikan stok maupun proses penyaluran (supply chain) aman. Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga memastikan kecukupan dan distribusi solar subsidi, mengoptimalkan produksi kilang, serta melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran, antara lain dengan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).
“Saat ini Pertamina Patra Niaga terus melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan Solar Subsidi, dan memastikan suplai yang kami lakukan dapat memenuhi peningkatan demand yang terjadi. Adapun untuk stok dan penyaluran BBM non subsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, Pertamina pastikan dalam kondisi aman, masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Deden menambahkan karena peningkatan ekonomi dan mobilitas masyarakat, Pertamina saat ini sedang mengoptimalkan penyaluran BBM. Khususnya pada bahan bakar jenis solar.
“Karena solar di SPBU merupakan jenis bahan bakar tertentu bersubsidi sehingga terdapat kuota/alokasi yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Selain itu, Pertamina juga menjaga alokasi kuota tahunan bisa cukup hingga akhir 2021. Kuota solar subsidi pada tahun 2020 sendiri ada 2,3 juta KL, dan tahun 2021 ada 2,7 juta KL. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait kecukupan solar.
“Namun Pertamina juga menghimbau kepada kendaraan-kendaraan yang tidak layak menerima subsidi (mobil mewah, truk industri besar, dan sebagainya) untuk dapat mengisi BBM jenis gasoil/diesel seperti dexlite atau pertamina dex,” tandasnya.(fadiv/dc/r7)

Loading...

baca juga