Surabaya,(DOC) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas penukaran uang baru mulai bermunculan di sejumlah sudut Kota Surabaya. Salah satu titik yang terlihat mulai ramai adalah di kawasan Jalan Bubutan, di mana para penyedia jasa penukaran uang sudah membuka layanan sejak pagi hari, Sabtu (7/3).
Dari Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa lapak penukaran uang baru berjajar di tepi jalan. Masyarakat dapat menukarkan uang dengan berbagai pecahan yang biasanya digunakan untuk kebutuhan berbagi saat Lebaran.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang baru, Moch Romli, mengaku telah membuka lapaknya sejak pagi. Ia mengatakan, aktivitas penukaran uang biasanya dimulai sejak pukul 06.00 WIB.
“Kalau berangkat dari rumah ya sekitar jam enam pagi. Tutupnya tidak tentu, tergantung kondisi. Kalau sudah capek ya tutup, soalnya kalau terlalu capek takutnya malah tidak bisa ikut merayakan Lebaran bersama keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Romli menjelaskan, biaya jasa penukaran uang yang ia tawarkan berbeda-beda, tergantung pecahan uang yang ditukarkan. Untuk pecahan Rp1.000, ia mengenakan biaya jasa sebesar Rp20.000 untuk setiap Rp100.000 yang ditukarkan. Sementara untuk pecahan di atas Rp1.000, biaya jasanya sebesar Rp15.000 per Rp100.000. “Kalau pecahan seribuan biayanya Rp20.000 per Rp100.000, sementara yang di atas itu Rp15.000 saja,” jelasnya.
Meski lapak penukaran uang sudah mulai beroperasi, Romli mengakui bahwa aktivitas penukaran saat ini masih tergolong sepi. Menurutnya, lonjakan pengunjung biasanya terjadi sekitar dua minggu menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Biasanya kalau sudah mendekati Lebaran, sekitar 14 hari sebelumnya, baru mulai ramai. Orang-orang mulai datang ke sini untuk menukar uang,” katanya.
Kebutuhan uang pecahan baru memang cenderung meningkat menjelang Lebaran. Uang tersebut umumnya digunakan masyarakat untuk berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak maupun kerabat saat momen silaturahmi Idulfitri.
Tingginya kebutuhan itu pula yang membuat jasa penukaran uang baru bermunculan di berbagai titik di Surabaya, termasuk di kawasan Jalan Bubutan, guna memudahkan masyarakat memperoleh uang pecahan baru tanpa harus mengantre di lembaga perbankan. (r6)





