Jelang Lebaran, Pemkot Surabaya Gunakan Sistem Digital Pantau Ketersediaan Pangan

Jelang Lebaran, Pemkot Surabaya Gunakan Sistem Digital Pantau Ketersediaan Pangan
Jelang Lebaran, Pemkot Surabaya Gunakan Sistem Digital Pantau Ketersediaan Pangan

Surabaya, (DOC) – Badan Pangan Nasional (NFA) bersama Pemkot Surabaya dan Satgas Pangan Polri memantau stok serta harga pangan di Pasar Genteng Baru. Langkah ini di lakukan untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pangan jelang Lebaran 2025.

Direktur Pengawasan Keamanan dan Mutu Pangan NFA, Brigjen Pol Hermawan, menjelaskan bahwa pemantauan ini melibatkan berbagai pihak. Di antaranya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, serta Satgas Pangan Polri.

Bacaan Lainnya

Setelah melakukan pengecekan, Hermawan memastikan stok pangan di Pasar Genteng Baru dalam kondisi aman. Selain itu, harga bahan pokok masih tergolong wajar.

“Kami ingin memastikan stok yang tersedia cukup dan harga tetap stabil,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama bawang merah dan cabai. Namun, menurutnya, kenaikannya tidak signifikan dan masih dalam batas normal.

Pengawasan untuk Cegah Permainan Harga

Hermawan juga menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah spekulasi harga oleh pihak tertentu. Ia mengapresiasi langkah proaktif Pemkot Surabaya dan Satgas Pangan Polri dalam menjaga stabilitas pasar.

“Kami melihat harga daging ayam, telur, serta kebutuhan lainnya tetap stabil. Bahkan, harga minyak goreng merek Minyakita masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp15.700 per liter,” jelasnya.

Selain pemantauan harga, tim dari DKPP Surabaya dan NFA juga melakukan uji laboratorium terhadap beberapa sampel produk segar. Dari 10 sampel yang di uji, empat di uji kandungan pestisidanya, sementara enam lainnya di uji formalinnya.

“Hasilnya cukup baik. Semua sampel bebas formalin, sementara residu pestisida pada lemon masih dalam batas aman,” terang Hermawan.

Pemantauan Berbasis Data untuk Keamanan Pangan

Sementara itu, Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa pengawasan harga dan stok pangan di lakukan setiap hari. Selain pemantauan langsung di pasar, pihaknya juga menggunakan sistem berbasis data untuk memantau ketersediaan pangan.

Baca Juga:  Puncak Arus Mudik, Wali Kota Surabaya Sidak Stasiun Gubeng

“Melalui aplikasi ini, kami bisa mengetahui kebutuhan setiap komoditas berdasarkan konsumsi per kapita. Dengan begitu, stok pangan di pasar, distributor, dan Bulog bisa di pantau secara real-time,” paparnya.

Dengan pemantauan yang konsisten, Hermawan optimistis stok pangan menjelang Lebaran tetap aman. Ia pun berharap sistem pengawasan di Surabaya bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Jika pemantauan terus di lakukan seperti ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Stok pangan tetap terjaga dan harga akan tetap terkendali,” tutupnya. (r6)

Pos terkait