Jakarta,(DOC) – Ribuan siswa sudah menjadi korban keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut kasus tersebut.
Sigit menyebut pihaknya akan turun ke lapangan langsung untuk mengusut kasus ini. Dia berjanji akan memberikan perkembangan atas pengusutan ini.
“Polri saat ini sedang melakukan pendalaman, turun ke lapangan untuk melaksanakan pendalaman satu per satu,” kata Jenderal Sigit, di kutip Sabtu (27/9/2025).
“Tentunya secara resmi nanti akan kita informasikan,” tuturnya.
Di sisi lain, penyidik dari Bareskrim Polri telah menyambangi sejumlah dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Tujuannya, menurut Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf, untuk memastikan kualitas bahan pokok yang digunakan untuk MBG.
“Bagaimana proses keamanan, menjaga keamanan makanan yang akan disajikan. Mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Helfi.
“Nanti dari hasil pengecekan dan asistensi itu tentunya muaranya memberikan rekomendasi kepada pemerintah, terutama kepada penyelenggara MBG itu sendiri,” imbuhnya.
Evaluasi Perbaikan dan Permintaan Maaf
Sementara itu Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik & Investigasi, Nanik S. Deyang, meminta maaf ke masyarakat atas rentetan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) itu. Sambil terisak, Nanik meminta maaf atas nama BGN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
“Lalu yang paling penting dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf,” kata Nanik S Deyang sambil menangis di Kantor BGN, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025) kemarin.
Nanik mengatakan hatinya sedih melihat video anak-anak keracunan dan harus di gotong ke Puskesmas. Dia mengatakan tujuan MBG ingin memenuhi gizi anak-anak.
“Saya seorang ibu. Melihat gambar-gambar di video, sedih hati saya. Kenapa? Kalau anak saya panas saja, saya sudah stress bukan main. Apalagi ini melihat anak-anak sampai di gotong ke puskesmas, ke posko,” kata Nanik.
“Padahal niat kami, nawaitu kami, nawaitu Presiden adalah ingin membantu anak-anak terpenuhi gizinya agar mereka menjadi generasi emas,” imbuhnya.
Dia tak menduga munculnya masalah keracunan MBG ini. Dia janji BGN akan bertanggungjawab atas kasus keracunan tersebut.
“Kami punya maksud agar anak-anak Indonesia mempunyai keadilan dalam pemenuhan gizi. Tapi tidak kami duga ternyata saat ini luar biasa. Masalah yang terjadi. Itu sebabnya saya tidak pernah akan mau menyebut angka atau apapun yang terjadi karena ini bukan masalah angka. Tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami, adalah kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total,” tuturnya.
Dia berjanji masalah keracunan MBG tidak akan terjadi lagi. Dia juga meminta maaf ke para orang tua yang anaknya menjadi korban dalam kasus keracunan MBG tersebut.
“Jadi sekali lagi, pada anak-anak saya yang tercinta di seluruh Indonesia dan juga para orang tua, saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan lagi terjadi. Tidak akan terjadi lagi,” ujarnya. (rd)





