D-ONENEWS.COM

Kasus Mutilasi Guru Tari Asal Kediri Dipicu Oleh Hutang Uang Rp 100 Ribu

Surabaya,(DOC) – Penyidikan kasus pembunuhan guru tari disertai mutilasi, terus dikembangkan penyidik Subdit Tiga Jatanras Ditrskrimum Polda Jatim.

Usai berhasil menangkap dua pelaku utama pembunuhan Budi Hartanto, polisi akhirnya berhasil mengungkap motif dibalik pembunuhan sadis ini.

Kepada polisi, pelaku AS yang merupakan teman kencan korban mengaku sakit hati, karena ia terus dimintai uang kencan sebesar Rp 100 oleh korban.

Sebelumnya pelaku dan korban sempat kecan layaknya suami istri, sebanyak tiga  kali.

Pertemuan mereka berawal dari perkenalannya lewat aplikasi horenet, khusus gay. Selanjutnya korban bersama tersangka AS menjalin hubungan asmara.

“Setiap kali berhubugan, korban selalu minta bayaran ke pelaku Rp 100 ribu. Namun saat kencan  terakhir, pelaku tak membayar dan hanya memberikan janji ke korban,” ungkap Brigjend Pol. Toni Hermanto, Wakapolda Jatim.

Usai kejadian tersebut, korban terus menagih ke pelaku sampai terjadi cek-cok. Bahkan korban sempat memaki-maki pelaku didepan umum, saat korban menagihnya di sebuah warung kopi, di desa Sambi, kecamatan Ringin Rejo, Kediri.

Korban sempat menampar AZ teman pelaku yang mencoba meredam amarah korban saat menagih uang ke AS.

“Kejadian ini yang memicu kedua pelaku mutilasi membunuh korban. Tapi sebelumnya AZ bentrok dulu dengan korban karena tak terima ditampar. Pelaku lalu mengambil parang dan menusuk berkali-kali leher dan punggung korban,” terang Direktur Ditreskrimum Polda Jatim.

Setelah tak bernafas lagi, tubuh korban lalu dimasukkan ke dalam tas koper warna hitam dan dibuang dibawah jembatan Karang Gondang Blitar Jawa Timur.

“Kepala korban dipotong dan dibuang terpisah ke sungai, karena tas koper tak cukup memuat tubuh korban,” pungkasnya.(hadi/r7)

Loading...