Ketua Golkar Kota Surabaya Berterimakasih ke Airlangga Hartarto

Rekom Golkar Surabaya untuk Eri Cahyadi, sehingga Golkar Surabaya tak buka pendaftaran kandidat calon kepala daerah.
arif fathoni

Surabaya,(DOC) – Mundurnya Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto dari jabatannya, tak berpengaruh pada DPD Partai Golkar Kota Surabaya. Terlebih lagi, Airlangga sudah menancapkan nilai-nilai baik dalam partai tersebut.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni mengatakan. Bahwa sosok mantan Ketua Umum Airlangga sudah memberikan torehan prestasi di pemilihan umum sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Tentu Golkar Kota Surabaya menghaturkan terimakasih. Karena di masa beliau menjabat Ketua Umum faktanya prestasinya meningkat luar biasa dalam Pemilu legislatif 2024 yang lalu,” ujar Arif Fathoni, Senin (12/8/2024).

Saat di tanya dampak negatif pengunduran diri dari Airlangga Hartarto, pria yang akrab di sapa Toni ini menjelaskan. Tak ada dampak signifikan dari langkah yang di ambil oleh Airlangga.

“Saya pikir tidak akan berdampak apapun, karena Golkar memiliki mekanisme yang ketat soal itu. Dan capaian prestasi yang di hasilkan oleh Ketua Umum ini, akan menjadi lecutan semangat, kepemimpinan lanjutan kemenangan dalam Pemilukada 2024, dan kemenangan Pemilu Presiden serta Legislatif tahun 2029,” terangnya.

Tak Berdampak Terhadap Pilwali Surabaya

Selain itu, pergantian Kursi ketua umum DPP Partai Golkar juga tak berdampak pada perhelatan Pemilukada Kota Surabaya.

“Insyaallah tidak mempengaruhi Pilwali Surabaya, karena apa? Karena konsolidasi partai terus berlanjut, ini kan hanya regenerasi kepemimpinan di Golkar,” ucap Toni.

“Saya pikir senior-senior di Partai Golkar sudah membuat konsesius soal itu, kita menyadari, kita menyongsong Pemilukada 2024,” imbuhnya.

Dalam perpindahan kepemimpinan Golkar, tak akan serta-merta mempengaruhi kedudukan di daerah-daerah, khususnya di Kota Pahlawan.

“Tentu Partai Golkar sudah menargetkan untuk menang 60 persen, dengan kepemimpinan yang baru. Capaian yang di hasilkan oleh Ketua Umum Airlangga mengundurkan diri ini menjadi semangat, agar Ketua Umum yang baru bisa mengantarkan kemenangan di Pemilukada 2024,” bebernya.

Dalam kesempatan ini, Toni bahkan sempat menjelaskan peluang pasangan Eri-Armuji menang di Pemilukada Kota Surabaya masih cukup besar.

“Survei tahap 2, elektabilitas Eri-Armuji masih di atas 60 persen ya, jadi artinya kinerja pemerintahan Eri-Armuji ini mendapat apresiasi yang luar biasa pada masyarakat Surabaya, sehingga elektabilitas beliau melesat jauh di bandingkan tokoh-tokoh yang di anggap berpotensi maju dalam Pemilukada Kota Surabaya,” tandasnya.(ang/r7)