Surabaya,(DOC) – Puluhan ribu suporter Bonek-Bonita kecewa dengan kepemimpinan wasit Steven Yubel Poli, di pertandingan perdana Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman, di BRI Liga 1.
Di pertandingan yang di helat di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (11/8/2024) malam. Lebih kurang 23 Ribu Bonek Mania teriakan nyanyian. “Yo-ayo Ayo Persebaya, ku ingin kita harus menang” dan di sambut “Wasite Janc**,” teriakan para suporter Bonek-Bonita.
Berawal dari serangan Persebaya ke gawang Kiper PSS Sleman, Alan Jose Bernadon, tendangan pemain Green Force mengenai tangan pemain PSS Sleman. Namun wasit Steven tak melihatnya sebagai pelanggaran.
Mengetahui hal itu, tak hanya para punggawa Persebaya yang melakukan protes, Pelatih Paul Munster turut protes, bahkan meminta wasit untuk melihat VAR.
Wasit Steven akhirnya menuruti Paul Munster untuk melihat VAR. Setelah melihat VAR di bawah tribun VIP. Wasit Steven memutuskan, jika pelanggaran malah dilakukan oleh pemain Persebaya Surabaya.
Mengetahui hal itu, seluruh suporter di GBT menyanyikan lagu yang mengolok-olok wasit Steven, karena kecewa dengan keputusan dari wasit Steven.
Meski begitu, para Bonek – Bonita sedikit terobati dengan penalti, yang mampu merubah kedudukan skor menjadi 1-0. Unggul sementara dari PSS Sleman di menit ’78.
Penalti tersebut dilakukan oleh Bruno Moreira, setelah, wasit memutuskan pelanggaran dilakukan oleh pemain Sleman di kotak penaltinya sendiri.
Terlepas dari hasil pertandingan, Paul Munster menyoroti lamanya wasit mengambil keputusan saat melihat VAR. “Sangat lama sekali menurut saya, hampir 10 menit yang seharusnya bisa dua atau tiga menit, itu terlalu lama dan membuat pemain menunggu,” katanya.
Selain itu, Paul Munster menjelaskan, bahwa ia merasa puas dengan kinerja para punggawa Persebaya, khususnya pada ketahanan fisik para pemain.
“Menurut saya bermain hingga 110 menit di kompetisi Indonesia itu menunjukkan kondisi yang baik bagi pemain kami,” tandasnya.(ang/r7)