Ketua Muhammadiyah: Kurban Adalah Ujian Keikhlasan

Ketua Muhammadiyah: Kurban Adalah Ujian Keikhlasan
Ketua Muhammadiyah: Kurban Adalah Ujian Keikhlasan

Surabaya, (DOC) – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa esensi Iduladha bukan hanya terletak pada penyembelihan hewan kurban. Namun, lebih pada ketulusan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mengutip surat Al-Hajj ayat 37, Haedar menyampaikan bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dari para pelaku ibadah itulah yang menjadi inti utama.

Bacaan Lainnya

“Apa yang kita miliki, seperti harta, jabatan, atau kesenangan duniawi sifatnya nisbi. Kurban mengajarkan kita untuk menjadikan semuanya sebagai sarana ibadah dan kemaslahatan bersama, bukan untuk di tumpuk atau di renggut secara rakus,” ujar Haedar dalam pernyataannya, Kamis (5/6).

Menurut Haedar, semangat kurban seharusnya membebaskan manusia dari belenggu ketamakan. Ketika seseorang rela melepaskan sebagian dari yang di milikinya demi ibadah dan sesama, maka ia telah mencapai derajat ketulusan yang tinggi.

“Memberi tanpa pamrih, beramal tanpa berharap imbalan duniawi,” paparnya.

Ia juga menyoroti sifat dasar manusia yang cenderung tamak dan haus kekuasaan, bahkan rela melanggar nilai moral demi kepentingan pribadi.

“Ketamakan takkan berhenti sampai ajal datang. Itu sudah di tegaskan dalam Al-Qur’an. Maka, saat kita berkurban, sejatinya kita sedang mengoreksi diri: apakah kita masih terjebak dalam ambisi tak berujung, ataukah sudah mampu hidup cukup, moderat, dan membawa manfaat bagi orang banyak?” jelasnya.

Haedar menekankan bahwa makna kurban yang sejati adalah keikhlasan dalam memberi. Melepaskan kepentingan pribadi demi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebaikan bersama. Itulah wujud nyata ketakwaan yang di rindukan. (r6)

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Ratusan Ternak di Lumajang di Vaksin PMK

Pos terkait