Surabaya, (DOC) – Aplikasi Koin Jagat sedang menjadi perbincangan hangat. Baru-baru ini, aplikasi tersebut menggelar perburuan koin digital di empat kota besar Indonesia. Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali di pilih sebagai lokasi kegiatan yang menawarkan hadiah uang tunai menggiurkan.
Namun, di Surabaya, acara ini justru menuai kontroversi. Koin digital di sebar di beberapa lokasi ikonik. Di antaranya adalah Taman Monumen US Bomber B-26B AURI M265, kawasan Kampus C Universitas Airlangga, dan halaman depan Tunjungan Plaza 6. Tiga jenis koin bisa di buru peserta, yakni Koin Hoki senilai Rp300.000 hingga Rp1 juta, Koin Perak dengan nilai Rp10 juta, dan Koin Tanda Tanya yang nilainya di rahasiakan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, angkat bicara soal kegiatan ini. Ia mengingatkan penyelenggara untuk lebih bijaksana dalam menjalankan acara.
“Beramal itu baik, tetapi jangan sampai meresahkan masyarakat atau merusak fasilitas umum,” ujar Eri. Ia juga menyayangkan tingkah masyarakat yang berbondong-bondong berburu koin di ruang publik. Menurutnya, perilaku seperti ini dapat mengurangi nilai etika dan harga diri.
Kegiatan ini di laporkan telah menimbulkan beberapa dampak negatif. Salah satunya adalah kerusakan taman dan fasilitas umum akibat kerumunan peserta. Menyikapi hal ini, Wali Kota Eri meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mempertimbangkan pemblokiran aplikasi tersebut. Langkah ini di nilai perlu demi mencegah kerusakan lebih lanjut.
Di sisi lain, banyak yang menduga bahwa kegiatan ini adalah bagian dari strategi pemasaran. Dengan menyasar kota-kota besar, aplikasi Jagat berusaha menarik pengguna baru dan meningkatkan popularitasnya.
Sayangnya, niat awal yang di anggap sebagai amal justru mendapat banyak kritik. Pelaksanaan yang kurang matang menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat.
Saat ini, aplikasi Jagat berada di persimpangan. Jika ingin terus melanjutkan misinya, penyelenggara harus berbenah. Langkah bijaksana dan tanggung jawab sosial di perlukan agar kegiatan seperti ini benar-benar memberikan manfaat tanpa menciptakan polemik baru. (r6)





