D-ONENEWS.COM

Kunker ke Solo, Menko PMK Minta Seluruh Pemda Tak Timbun Stok Vaksinasi

Solo,(DOC) – Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI), Muhadjir Effendy, mengunjungi pelaksanaan vaksinasi para santri, rusunawa Semanggi dan peninjauan program KOTAKU, Kamis(2/9/2021) 

Dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Solo tersebut, Menko PMK pertama menyasar peninjauan pelaksanaan vaksinasi bagi santri dan penyandang disabilitas di Rumah Sakit Kustati Surakarta.

Dilokasi tersebut, Menko PMK meminta stok vaksin untuk segera digunakan. Mengingat banyaknya laporan yang diterimanya, bahwa seringkali pemerintah daerah (Pemda) menimbun stok vaksin dengan alasan berjaga-jaga untuk dosis kedua.

Ia juga memerintahkan para Satgas Covid-19 di masing-masing daerah termasuk kota Solo, agar secepatnya menyuntikkan dosis vaksin, setelah stok diterima.

“Stoknya Insya Allah aman, makanya saya mengimbau pimpinan daerah untuk jangan menyetok vaksin, Vaksin datang suntikkan, terus begitu dan jangan disimpan,” tegas Muhadjir.

Kunker Menko PMK dilanjutkan ke wilayah Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, untuk meninjau Rusunawa Semanggi yang dibangun pada 2009 lalu. Beberapa penguin Rusunawa disambanginya, sambil membagikan masker dan mengajaknya berkomunikasi tentang rencana revitalisasi (pembangunan ulang) gedung Rusunawa.

Dikesempatan itu, Muhadjir menyatakan, sansat mendukung upaya pembangunan ulang rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Semanggi, yang sudah direncanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta. “Ini kebijakan sangat bagus. Wong bangunannya memang tidak layak untuk dihuni,” tandasnya.

Dari pengamatannya, Rusunawa dua tower empat lantai itu, dianggap sudah dalam kondisi tidak layak huni. Menurut Muhadjir, gedungnya sudah banyak kerusakan seperti korosi. Untuk itu dirinya mendorong Pemkot Surakarta untuk segera merealisasikan rencana revitalisasi Rusunawa Semanggi.

“Ini sangat berbahaya karena banyak korosinya, besi-besinya juga sudah keluar. Saya dukung,” tegas Menko PMK.

Lokasi berikutnya, Menko PMK dan Wali Kota Gibran blusukan ke pemukiman warga yang masuk dałam Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) RW-23, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasarkliwon. 

“Saya juga melihat model penanganan daerah kumuh kota. Namanya KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang di Solo sudah ada. Cara penanganan wilayah kumuh kota. Dan itu akan kita jadikan model untuk digunakan juga atau diaplikasikan di tempat lain,” jelasnya.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Muhadjir menegaskan, bahwa pemerintah diminta lebih fokus memperhatikan kelompok-kelompok warga miskin ekstrem, atau kelompok yang biasanya berada di wilayah atau kantong-kantong kemiskinan.

“Jadi penyelesaiannya tidak cukup diberi Bansos misalnya, tapi juga harus ditangani dengan pendekatan lingkungan,” katanya.

Kunjungan Menko PMK terakhir di daerah alokasi khusus 4 yang terintergrasi dengan Kelurahan Mojo. 

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK memberikan apresiasi bahwa warga terdampak justru mendapatkan kenaikan keterampilan dengan menjadi tukang besi dan membantu pengecoran. Ia menjelaskan ini sebagai wujud pemberdayaan masyarakat tidak hanya diberi bantuan namun juga mendapatkan keterampilan.

“Untuk pembangunan perumahan skala kecil seperti ini dibutuhkan keterampilan dari masyarakat. Tadi yang bekerja adalah semua warga yang punya rumah yang harus dipindah itu. Dan mereka semula kernet, sopir, sekarang mendapat kenaikan keterampilan,” kata Muhadjir sambil menyampaikan pesan kepada para calon penghuni agar merawat rumahnya nanti. 

“Meskipun bangunan bagus, namun jika tidak dirawat akan beresiko pada kerusakan dalam jangka pendek,” tambahnya.

Nilai bantuan bangunan rumah dari Dana Alokasi Khusus Pemerintah Pusat ini, masing-masing sebesar Rp 50 juta per-unit dan hasilnya sudah diuji-coba oleh Litbang kementrian PUPR, Bahia kekuatan rumah bisa tahan gempa dan masa berlaku bisa sampai 25-30 tahun lebih.(jj/r7) 

Loading...

baca juga