Kader PDIP Surabaya Perjuangkan Jaminan Kesehatan dan Kebijakan bagi Penyandang Disabilitas

Kader PDIP Surabaya Perjuangkan Jaminan Kesehatan dan Kebijakan bagi Penyandang DisabilitasSurabaya,(DOC) – Kader PDIP Surabaya, Achmad Hidayat, terus memperjuangkan akses jaminan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Ia mengambil langkah cepat setelah menerima laporan dari Kader Surabaya Hebat. Laporan itu menyebut masih banyak warga disabilitas yang belum mendapat hak dasar.

Achmad mengungkap, masih ada penyandang disabilitas yang belum masuk BPJS JKN-PBI. Selain itu, beberapa keluarga belum mendapat PKH dan BLT Sementara. Oleh karena itu, ia menilai pemerintah dan kader harus bergerak bersama agar bantuan lebih merata.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak bisa menunda. Ini kebutuhan mendesak, sehingga kami dorong pengusulan JKN-PBI,” ucap Achmad.

Salah satu kasus yang Achmad soroti adalah Dimas Saputra, 21 tahun. Dimas tinggal di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan. Ia kehilangan status BPJS dari perusahaan orang tuanya lantaran sudah melewati batas usia 21 tahun. Sementara itu, ia belum bisa bekerja karena keterbatasan fisik.

Meskipun situasinya sulit, keluarga tetap berharap ada solusi. Kemudian, Achmad datang ke rumah Dimas untuk mendengar langsung keluhan mereka. Ia berbicara aktif dengan keluarga agar proses pengajuan bantuan berjalan.

“Jaminan kesehatan tetap prioritas kami. Lebih lanjut, kami kawal usulan bantuan sepatu adaptif yang pernah disurvei namun belum terealisasi,” jelasnya.

Peluang Kerja Lewat Job Fair Disabilitas

Achmad juga menyampaikan kabar positif. Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar Job Fair pada 25–26 November 2025. Ajang itu berlangsung di Gedung Wanita Chandra Kencana. Ada 285 lowongan kerja untuk penyandang disabilitas, sehingga ia mendorong warga ikut berpartisipasi.

“Pemkot sudah buka jalan. Di sisi lain, kami siap dampingi warga sehingga mereka berani mengambil peluang,” kata Achmad.

Achmad menegaskan komitmen kader agar Surabaya semakin ramah disabilitas ke depan. Ia meyakini kota yang maju harus memberi akses setara, sehingga inklusi bukan sekadar slogan.

“Kami ingin semua warga tumbuh dalam harmoni. Sebab, kota maju harus indah dalam keadilan,” tegasnya.

Baca Juga:  Lantik 54 Pejabat Kelurahan-Kecamatan, Wali Kota Eri Cahyadi Ingin Jajarannya Berani Berinovasi untuk Masyarakat

Setelah itu, Achmad berterima kasih kepada jaringan Kader Surabaya Hebat karena respons cepat mereka di lapangan. Ia menilai mereka mampu memprioritaskan empati, sehingga laporan warga cepat sampai ke meja pengusulan.

“Saya bangga, sebab mereka bergerak dengan hati. Itu yang membuat perjuangan ini kuat,” pungkasnya.(r7)

Pos terkait