D-ONENEWS.COM

Layanan Puskesmas Belum Maksimal, Jumlah Pasien BPJS Meningkat 20 Ribu Perbulan

Foto: dr Agung Mkes

Surabaya,(DOC) – Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Jawa Timur menganggap pelayanan kesehatan di Puskesmas kurang maksimal.

Ketua PKFI Jatim, dr Agung Mkes mensinyalir, kurang maksimalnya layana kesehatan di Puskesmas itu, akibat terus bertambahnya jumlah pasien BPJS yang mencapai 20 ribu jiwa perbulan.

“Jumlah pasien BPJS terus bertambah yang tak sebanding dengan ketersediaan tenaga medis dan kelengkapan peralatan kesehatan disinyalir pemicu belum maksimalnya pelayanan Puskesmas,” ungkap dr Agung.

Ia menambahkan, kondisi ini juga diperparah lagi dengan masih adanya dikotomi(pembedaan) yang dilakukan pemerintah daerah dalam memberikan layanan kesehatan.

Daerah sering melakukan dikotomi soal layanan kesehatan pasien BPJS. Puskesmas kan seharusnya melakukan pelayanan secara preventif dan promotif, tapi sekarang justru cenderung kuratif

“Seharusnya kepala daerah bersikap adil melindungi pelayanan kesehatan swasta seperti klinik. Berobat di klinik tak kalah dengan Puskesmas, termasuk dokternya,” tambahnya.

Ia menyarankan kepada pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi pelayanan kesehatan ke masyarakat agar berobat ke klinik swasta yang menerima pasien BPJS. Hal ini sebagai upaya untuk meminimalisir kurang maksimalnya pelayanan kesehatan di Puskesmas.

Menurut dia, klinik swasta yang bisa menampung pasien BPJS seharusnya disosialisasikan sebagai solusi overload nya layanan kesehatan di Puskesmas. Apalagi jumlah klinik swasta yang resmi terdaftar di Jatim terdapat sekitar 600 unit.

“Klinik swasta seharusnya bisa menjadi layanan kesehatan yang bersinergi dengan layanan kesehatan milik pemerintah,” katanya.

Ia berharap kepada pemerintah agar tidak boleh membatasi peserta BPJS dalam menentukan fasilitas kesehatan, walaupun mereka menggunakan BPJS yang disubsidi oleh pemerintah.

“Ini perlu redistribusi dari Puskemas ke klinik, dengan begitu sudah tidak ada lagi pasien overload. Idealnya pasien Puskesmas dibatasi hanya 12 ribu jiwa,” pungkasnya.(div)

Loading...

baca juga