Lumajang,(DOC) – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lumajang menyebut layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik sering memicu pemadaman di wilayah Lumajang.
Manager PLN ULP Lumajang, Ardhyan Fajar, menjelaskan bahwa layang-layang yang putus bisa menempel pada kabel dan menyebabkan korsleting. Risiko semakin tinggi bila bahan layang-layang terbuat dari plastik.
“Kabel jaringan ada tiga. Jika plastik menyentuh ketiganya sekaligus, bisa terjadi arus pendek. Kondisi terburuk bahkan membuat kabel putus,” kata Ardhyan, Rabu (27/8/2025).
Ardhyan mengingatkan bahwa kabel yang tersangkut biasanya bertegangan 20 ribu volt. Pada jaringan tegangan tinggi (SUTET), tegangannya bisa mencapai 150 ribu volt.
“Masyarakat boleh bermain layang-layang, tapi jangan di dekat jaringan PLN. Bermain terlalu dekat bisa berakibat fatal, termasuk tersetrum,” tegasnya.
Selain imbauan, PLN juga rutin melakukan pencegahan. Kegiatannya meliputi sosialisasi, patroli jaringan, dan perapian pohon. Pada 26–27 Agustus 2025, PLN Lumajang bersama DLH, Polres, dan Dishub Lumajang melakukan pemangkasan pohon di Kota Lumajang.
“Kami ingin menjaga keselamatan warga, terutama saat musim hujan. Pohon yang terlalu tinggi bisa roboh dan mengenai kabel listrik,” jelas Ardhyan.
Untuk mendukung kerja itu, PLN mendapat bantuan armada skylift dari Unit Indokami Jawa Timur. Skylift datang dari Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Banyuwangi. Armada ini di pakai untuk perapian pohon sekaligus perbaikan jaringan.
PLN berharap kolaborasi lintas instansi ini membuat masyarakat lebih sadar menjaga keselamatan. Warga juga di minta menjauhi aktivitas berbahaya di sekitar kabel listrik.(r7)





