
Surabaya, (DOC) – Selama masa libur panjang Iduladha 1447 Hijriah/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya berhasil melayani total 289.700 pelanggan selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Mobilitas yang masif ini terbagi menjadi dua pergerakan utama di wilayah Daop 8, pelanggan berangkat sebanyak 147.337 orang dan pelanggan datang 142.363 orang.
Dari sekian banyak stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya, tiga stasiun ini menjadi titik tersibuk yang paling banyak melayani penumpang, yaitu Stasiun Surabaya Gubeng yang melayani 87.076 pelanggan, terdiri dari 45.652 pelanggan berangkat dan 41.424 pelanggan datang.
Di susul Stasiun Surabaya Pasarturi dengan total 81.392 pelanggan, terdiri dari 41.090 pelanggan berangkat dan 40.302 pelanggan datang. Sementara itu, Stasiun Malang mencatat sebanyak 49.096 pelanggan, dengan rincian 24.529 pelanggan berangkat dan 24.567 pelanggan datang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas antusiasme dan kepercayaan besar dari masyarakat. Menurutnya, ketepatan waktu, kenyamanan, dan aspek ramah lingkungan menjadi magnet utama warga memilih kereta api.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur panjang. Tingginya volume pelanggan yang kami layani menjadi bukti bahwa masyarakat semakin percaya terhadap layanan kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan ramah lingkungan,” ujar Mahendro, Selasa (2/6/2026).
Ia juga menambahkan bahwa apresiasi ini akan menjadi suntikan motivasi bagi KAI untuk terus mendongkrak kualitas pelayanan di seluruh aspek operasional.
Kelancaran arus mudik dan balik selama libur panjang ini tidak lepas dari kesiapan penuh para petugas di lapangan. Mulai dari tim operasional, pelayanan, hingga keamanan, semua bersinergi memastikan perjalanan penumpang mulus dari hulu ke hilir.
“KAI berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi setiap pelanggan. Mulai dari kemudahan pemesanan tiket, kenyamanan di stasiun dan selama perjalanan, hingga ketepatan waktu operasional,” tambah Mahendro.
Lewat momentum ini, Mahendro mengajak masyarakat untuk terus beralih ke transportasi massal. “Selain lebih efisien dan aman, menggunakan kereta api juga menjadi langkah nyata dalam mendukung transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan demi masa depan” tutupnya.





