Seorang balita perempuan berusia dua tahun, Calva Gavania Ragilia, tewas mengenaskan setelah tertabrak truk Isuzu Giga tepat di depan rumahnya sekitar pukul 05.57 WIB.
Insiden ini mendadak gempar dan terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) hingga videonya beredar luas di media sosial.
Peristiwa bermula saat truk bernomor polisi S 8328 ND yang dikemudikan Mukhid (53) melaju pelan dari arah utara dengan kecepatan sekitar 25 km/jam. Di saat bersamaan, korban yang diduga terlepas dari pengawasan orang tuanya tiba-tiba berlari menyeberang jalan desa yang cukup padat tersebut.
“Dari arah sisi kiri ada truk dan mobil pikap berjalan pelan. Tiba-tiba balita ini berlari menyeberang dari rumahnya ke jalan, sehingga tertabrak,” ujar Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Pratama Sudirno.
Ironisnya, sang pengemudi truk tidak menyadari sama sekali bahwa kendaraannya baru saja menabrak seorang balita. Kendaraan itu pun terus berlalu meninggalkan lokasi kejadian.
“Sopir truk mungkin belum merasa bahwasanya kendaraannya menabrak, sehingga dia lanjut saja berjalan. Kendaraan melaju pelan saat kejadian,” jelas Bayu.
Pengemudi truk baru menyadari keterlibatannya dalam kecelakaan maut tersebut setelah rekaman CCTV detik-detik kejadian terekam viral di media sosial.
Mukhid kemudian mendatangi Unit Gakkum Satlantas Polres Lumajang untuk memberikan klarifikasi.
“Bukan menyerahkan diri, tetapi datang untuk memberikan informasi dan keterangan terkait peristiwa tersebut,” tambah Bayu.
Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan bahu kiri. Meski sempat dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapat pertolongan medis, nyawa balita malang itu tak tertolong.
Pihak kepolisian turut menyayangkan minimnya pengawasan orang tua saat insiden terjadi, mengingat jalur lokasi kejadian merupakan jalan antardesa dengan lalu lintas yang lumayan padat.
Saat ini, Satlantas Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi.
Selain proses hukum yang berjalan, jajaran jajaran Satlantas Polres Lumajang juga dijadwalkan mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa bela sungkawa secara langsung.





