Lumajang,(DOC) – Jalur Piket Nol yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang kembali diterjang longsor pada Kamis(31/7/2025) pagi. Kejadian tersebut menyebabkan akses sempat lumpuh total selama lebih dari dua jam.
Longsor terjadi sekitar pukul 09.10 WIB di KM 56 dan KM 57, tepatnya di Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Material longsor berupa batu besar, tanah, dan pohon tumbang menutup seluruh badan jalan, sehingga tidak ada kendaraan yang bisa melintas baik dari arah Lumajang maupun Malang.
Menurut Ipda Untoro, Kasubsi Pdim Sihumas Polres Lumajang, peristiwa ini di picu oleh ketidakstabilan tebing yang sebelumnya telah mengalami penggalian untuk pelebaran jalan nasional, di perparah oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Tanah menjadi jenuh karena hujan terus-menerus. Pelapukan tanah dan tumbangnya pohon menyebabkan seluruh jalan tertutup, sehingga jalur sempat lumpuh total,” ujar Ipda Untoro.
Akses Kembali Dibuka Setelah Dua Jam
Tim dari BPBD Kabupaten Lumajang bergerak cepat melakukan evakuasi material longsor. Dua alat berat loader di kerahkan untuk membersihkan tumpukan tanah, batu, dan pohon. Sekitar pukul 11.20 WIB, jalur kembali bisa di lalui dengan sistem buka tutup, namun kendaraan tetap diminta berhati-hati.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudi Cahyono, menyampaikan bahwa sejak Senin malam hingga Rabu pagi, longsor telah terjadi di enam titik berbeda, yaitu mulai dari KM 54 hingga KM 58. Titik-titik terdampak meliputi KM 54+700, KM 55, KM 56, dan KM 58 sebelum jembatan Besuk Kobokan.
“Struktur tanah di bukit memang labil. Longsor bisa terjadi kapan saja, bahkan saat cuaca cerah,” jelas Yudi.
Yudi menambahkan bahwa alat berat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional juga telah di kerahkan sejak hari sebelumnya untuk membantu penanganan di sejumlah titik rawan.
Meskipun jalur telah di buka, BPBD bersama kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap waspada, terutama saat hujan turun. Jalur Piket Nol di kenal memiliki kondisi menanjak, berliku, dan rawan longsor, khususnya dari arah Lumajang menuju Pronojiwo atau Malang.
“Kami minta pengendara roda dua maupun roda empat tetap hati-hati. Material di perbukitan masih berpotensi longsor sewaktu-waktu,” pungkas Yudi.(r7)





