Lumajang,(DOC) – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat dan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu memuntahkan asap tebal dan awan panas guguran (APG) yang meluncur hingga 14 kilometer dari puncak kawah pada Rabu (19/11/2025).
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru melaporkan bahwa erupsi masih berlangsung hingga sore hari. Cuaca di kawasan lereng Semeru pun berubah gelap akibat kabut tebal, hujan, dan sambaran petir yang menyertai peningkatan aktivitas gunung.
Situasi tersebut membuat sejumlah warga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman, salah satunya menuju Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.
Jape (53), warga Kajarkuning, Desa Sumberwuluh, mengatakan ia langsung membawa keluarganya turun setelah melihat awan panas mengarah ke permukiman.
“Saat erupsi terjadi, saya bersama sepuluh anggota keluarga langsung mengungsi ke Balai Desa Penanggal,” ujarnya.
Jape mengaku belum mendapatkan hunian tetap (huntap) meski sudah mendaftar. Ia mengatakan belum ada kepastian penempatan hingga saat ini.
“Arah erupsi mengarah Kajarkuning, jadi kami langsung turun. Kalau kondisi sudah menurun kami pulang. Begitu lihat asap, saya langsung ajak keluarga turun,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Penanggal, Amin, memastikan balai desa telah disiapkan sebagai lokasi pengungsian darurat.
“Balai Desa Penanggal sudah kami siapkan untuk tempat pengungsian. Warga dari Gunung Sawur maupun dari huntara mulai berdatangan,” jelasnya.(r7)





