
Jakarta, (DOC) – Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2025 yang di gelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta (26/5). Lebih dari sekadar seremoni, malam itu menjadi panggung apresiasi dan perayaan atas kerja kolektif seluruh insan pendidikan Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, tampil sebagai sosok pemimpin yang hadir sepenuh hati. Ia menyapa tamu dan penerima penghargaan dengan tulus, menciptakan suasana yang akrab dan merakyat. Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti mengucapkan syukur atas capaian yang telah diraih bersama seluruh ekosistem pendidikan sepanjang tahun.
“Alhamdulillah, semua yang kami lakukan mendapat dukungan luar biasa dari seluruh insan pendidikan. Kita bisa bekerja dengan sukacita karena ada semangat bersama,” ujarnya.
Salah satu momen paling berkesan adalah saat penghargaan Lifetime Achievement di berikan kepada Prof. Wardiman Djojonegoro, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993–1998. Di usia 91 tahun, beliau menjadi simbol keteladanan lintas generasi.
“Apresiasi ini untuk beliau yang telah memberikan dedikasi luar biasa. Kami sangat berterima kasih atas jejak yang di tinggalkan untuk kami lanjutkan,” ujar Mu’ti.
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Di sela acara, Wardiman menyampaikan bahwa apresiasi seperti ini penting untuk membangun semangat memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Ia juga menyoroti tantangan besar dalam pemerataan akses pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
Acara malam itu tak hanya di isi sambutan dan penghargaan. Dua anak penyandang disabilitas menyanyikan lagu “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, mengundang haru dan tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin. Tak lama kemudian, Saykoji tampil bersama anak-anak dari PAUD KM 0 dengan performa energik yang membangkitkan semangat.
Menteri Mu’ti pun larut dalam suasana, berinteraksi langsung dengan anak-anak. Ia mengajukan pertanyaan ringan kepada mereka, termasuk siapa nama Menteri Pendidikan tahun 1993–1998. Jawaban spontan “Wardiman Djojonegoro” langsung mengundang tepuk tangan, di susul ajakan naik panggung untuk sang tokoh.
Apresiasi untuk Mereka yang Menginspirasi
Penghargaan malam itu di berikan kepada sosok-sosok yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Indonesia:
- Guru-guru di pelosok negeri
- Siswa berprestasi
- Jurnalis yang konsisten mengangkat isu pendidikan
- Pemerintah daerah dengan kebijakan progresif
- Pihak swasta yang berinovasi di bidang pendidikan
“Hadiah ini mungkin kecil nilainya di banding apa yang sudah kalian lakukan. Tapi semoga bisa di terima dengan senang hati,” ucap Mu’ti sambil menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba anak.
Acara di tutup dengan penampilan Komunitas Musisi Jalanan yang berkolaborasi dengan anak-anak dalam lagu-lagu penuh semangat. Momen ini menegaskan pesan penting: bahwa pendidikan adalah tentang keberpihakan, penghargaan, dan cinta yang di tanamkan sejak dini.
Malam Tasyakuran Hardiknas 2025 bukan hanya peringatan seremonial. Ia adalah refleksi wajah pendidikan Indonesia yang inklusif, merangkul semua, dan bergerak bersama dalam semangat gotong royong. (r6)





