Menjaga Alam dan Adat di Gerbang Bromo, Warga Tosari Didorong Makin Berdaya

Menjaga Alam dan Adat di Gerbang Bromo, Warga Tosari Didorong Makin Berdaya
Program Fajar Mentari yang dijalankan PLN Peduli di Desa Tosari. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Upaya menjaga alam dan kearifan lokal yang dilakukan masyarakat Desa Tosari, Kabupaten Pasuruan mendapatkan dukungan melalui program Fajar Mentari di bertajuk “Merawat Alam, Menguatkan Masyarakat Adat” yang dijalankan PLN Peduli.

Program itu mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari dukungan infrastruktur kelistrikan, penerangan, pengembangan fasilitas pendukung, pelatihan UMKM hingga kegiatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pendekatan tersebut diarahkan agar potensi desa tidak hanya mendukung aktivitas wisata, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Sepanjang 2025, rata-rata lebih dari 1.000 wisatawan per hari melintasi Desa Tosari yang menjadi salah satu gerbang utama menuju kawasan Gunung Bromo. Arus wisatawan itu menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan potensi lokal tanpa meninggalkan nilai budaya dan kelestarian lingkungan.

Melalui program Fajar Mentari, masyarakat didorong menjadi bagian utama dalam pengembangan desa. Penguatan ekonomi berjalan beriringan dengan upaya menjaga alam dan nilai-nilai masyarakat adat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga Tosari.

Upaya tersebut kemudian mendapat penghargaan Kategori Gold dalam ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal di Jakarta, 28 September 2026.

General Manager PLN UID Jawa Timur Eric Rossi Priyo Nugroho mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi capaian PLN. Menurut dia, penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama masyarakat Desa Tosari, pemerintah daerah, dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan desa.

“Penghargaan ini adalah milik masyarakat Desa Tosari yang dengan semangat kebersamaan terus menjaga alam, melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, sekaligus mengembangkan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Eric, Selasa (29/9/2026).

Ia menuturkan PLN berupaya menempatkan diri sebagai mitra masyarakat dengan memberikan dukungan kelistrikan dan pendampingan agar potensi yang dimiliki desa dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga:  World Water Forum di Bali Dapat Dukungan GMBI Pasuruan

Menurut Eric, pengalaman di Tosari menunjukkan pembangunan desa dan pelestarian lingkungan dapat berjalan bersama ketika masyarakat menjadi penggerak utama.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa desa dapat semakin berdaya dan mandiri ketika potensi lokal dikelola dengan sungguh-sungguh, inovatif, serta dikolaborasikan dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Ke depan, program Fajar Mentari diharapkan terus mendukung masyarakat Tosari dalam menjaga lingkungan, memperkuat masyarakat adat, sekaligus membuka peluang ekonomi yang dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.

Bagi masyarakat Tosari, geliat wisata Bromo bukan hanya soal semakin banyak orang yang datang. Di baliknya terdapat pekerjaan rumah untuk memastikan alam tetap terjaga, budaya tetap hidup, dan manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh warga desa.

Pos terkait