D-ONENEWS.COM

Meriahnya Prosesi Harjalu ke-764, Empat Gunungan Hasil Bumi Diperebutkan

Foto: Wakil Bupati Lumajang beri Sambutan di Harjalu ke-764

Lumajang,(DOC) – Puncak Prosesi Hari Jadi Lumajang (Harjalu) ke-764 di gelar di Alun- Alun Lumajang, Minggu (15/12/2019) malam.

Prosesi puncak Harjalu di mulai kedatangan rombongan Kepala Daerah Lumajang dan Forkopimda Lumajang menuju Alun-Alun Lumajang.

Warga berduyun-duyun mendatangi Alun-Alun tersebut untuk menyaksikan prosesi tahunan tersebut.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq kemudian menerima tombak pusaka oleh pemeran Narrarya Kirana Sminingrat (Wisnu Wardana) sebagai simbol estafet kepemimpinan dari pemimpin pertama Nagari Lamajang kepada Bupati Lumajang.

Mengawali acara prosesi Harjalu tersebut pembacaan sejarah singkat Kabupaten Lumajang. Lumajang didirikan oleh seorang pemimpin yang memiliki jati diri yang kuat, yaitu Arya Wiraraja.

Arya Wiraraja, merupakan sosok yang mempunyai jiwa kesatria, berjiwa administratur, jiwa kepemimpinan yang tangguh dan jati diri kuat yang bisa membuktikan bahwa Lamajang berdaya saing.

Foto; Bupati Lumajang terima Tombak Pusaka

Nama Lumajang berasal dari “Lamajang” yang diketahui dari penelusuran sejarah, data prasasti, naskah-naskah kuno, bukti-bukti petilasan dan hasil kajian pada beberapa seminar dalam rangka menetapkan hari jadinya.Beberapa bukti peninggalan yang ada antara lain, Prasasti Mula Malurung, Naskah Negara Kertagama, Kitab Pararaton, Kidung Harsa Wijaya, Kitab Pujangga,Serat Babad Tanah Jawi, Serat Kanda.

Karena Prasasti Mula Malurung di nyatakan sebagai prasasti tertua dan pernah menyebut-nyebut “Negara Lamajang” maka dianggap sebagai titik tolak pertimbangan hari jadi Lumajang.

Maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990.

Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dalam sambutannya mengatakan, melalui Harjalu yang ke-764, semua pihak di Lumajang mampu menginstropeksi diri apa yang telah dilakukan untuk membangun Lumajang, dan selanjutnya berpikir dan berbuat untuk pembangunan Lumajang supaya lebih baik, lebih maju, dan lebih hebat.

“Sudah 764 tahun yang lalu hadir melayani masyarakat menjadi bagian dari sistem bagian pemerintahan yang sejak Arya Wiraraja ditunjuk oleh Majapahit menjadi penguasa Majapahit Timur itu artinya sejak 764 tahun yang lalu Lumajang telah ada menjadi Pemerintahan dan mengabdi di masyarakat Lumajang,” tuturnya.

Foto; Bupati Lumajang dikalungi karangan bunga

Untuk hari jadi Kabupaten Lumajang setiap tahun menjadi evaluasi bersama. Evaluasi terus dilakukan adalah pelayanan betul-betul adalah sebagai harapan masyarakat Lumajang.

“Untuk itu saya mengajak kepada masyarakat Lumajang untuk bersama-sama memiliki harapan ekonomisme, memiliki semangat untuk bekerja bersama-sama dengan kekuatan dan kerja keras masing-maisng tujuan utama untuk Lumajang yang lebih baik lagi,” terang cak Thoriq.

Setelah penyarahan tombak pusaka, menampilkan tarian bedoyo Lamajang, remob bolet,  glipang, jaran slining,  tari topeng, tari godril,  kembang mahameru,  bedoyo tali ganjur, dan tari topeng tengger,  jaran kencak.

Dalam acara prosesi Harjalu kali ini, ada 4 gunungan hasil bumi. Setelah tertata rapi di Lapangan Alun-Alun Lumajang, Bupati Lumajang dan Wakil Bupati Lumajang menerima 4 simbolis hasil bumi.

Foto; Bupati, Wakil Bupati dan Forpimda Kabupaten Lumajang ikuti prosesi Harjalu ke-764

Salah satu yang ditunggu warga adalah tradisi rebutan gunungan hasil bumi. Terdapat empat gunungan hasil bumi yang diarak dan diperebutkan warga. Walhasil, proses puncak Harjalu ke-764 berlangsung secara meriah.

Para warga mengaku senang dengan saat berebut tumpeng yang berisikan sayuran dan buah-buahan. ”Kita ingin mendapat berkah dari Tuhan melalui hasil bumi,” ujar Anwar waga Desa Tukum Kecamatan Tekung.(imam)

Loading...