D-ONENEWS.COM

Meski Pesanan Berkurang Saat Pandemi, UKM Batik Lumajang Tetap Eksis Produksi

Lumajang,(DOC) – Nama batik pasti sudah tak asing lagi, karena sudah menjadi salah satu ciri khas pakaian masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat Jawa. Hampir setiap daerah memiliki karya batik sendiri untuk di pamerkan sebagai ciri khas ke daerahan.

Pemkab Lumajang yang kini tengah serius menggarap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), juga gencar membangkitkan Batik untuk dijadikan komoditi dan ciri khas kedaerahan.

Salah satu UMKM pengrajin batik, Usman Batik Lumajang (UBL) telah banyak memproduksi berbagai macam motif batik. UD UBL yang berada di Dusun Duren, Lor RT 14. RW 07, Desa Dawuhann Lor, Kecamatan Sukodono, kini sudah mampu meraup omset sekitar Rp 20 juta perbulan.

“Untuk motif batik yang paling diminati pembeli pisang dan kuda, untuk yang paling laris batik canting (batik cairan malam),” ujar Hery Wibowo Menejer Marketing UBL.

Hery menyatakan, batik produksinya dihargai bervariasi, mulai dari harga Rp 200 ribu sampai jutaan rupiah, menyesuaikan permintaan bahan dan motif yang dinginkan oleh para konsumen.

“Dengan harga yang terjangkau, dan bervariasi masyarakat bisa membelinya sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.

Ia menambahkan, dimasa pandemi Covid-19 bisnis batik UBL sedikit terganggu karena pesanan berkurang. Namun meski demikian usahanya masih tetap jalan dan bisa membayar gaji 12 karyawan.

“Dimasa Pandemi pesanan batik banyak dipesan dari sekolah, kantor desa, kader PKK, tapi tidak seberapa,” imbuhnya.

Hery mengaku motif batik yang diproduksi dipromosikan melalui Offline Media Sosial Facebook. Bahkan batik tersebut ia produksi dikirim dari luar kota bahkan luar jawa seperti Sulawesi. “Untuk Jawa Timur sampai Jawa Barat merata,” katanya.(imam)

Loading...

baca juga