Muhammadiyah Lepas Relawan KAWANMU ke Lokasi Bencana Aceh dan Sumut

Muhammadiyah Lepas Relawan KAWANMU ke Lokasi Bencana Aceh dan Sumut

Jakarta,(DOC) – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, saat pelepasan Relawan KAWANMU (Kader Wahana Kemanusiaan Muhammadiyah) di bawah koordinasi MPKS PP Muhammadiyah. Tim spesialisasi psikososial gelombang pertama ini di berangkatkan untuk menjalankan misi kemanusiaan di dua wilayah terdampak bencana, yakni Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan Pidie Jaya, Aceh.

Bacaan Lainnya

Prosesi pelepasan di lakukan langsung oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Izzul Muslimin. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kerja-kerja kemanusiaan yang di lakukan secara profesional, terlembaga, dan dapat di pertanggungjawabkan demi menjaga kepercayaan publik.

“Kerja kemanusiaan harus memiliki mekanisme dan pertanggungjawaban yang jelas. Ketika ada donatur yang mempercayakan bantuannya, maka amanah itu wajib disampaikan dan dikelola dengan baik,” tegas Ustadz Izzul.

Dalam kesempatan tersebut, PP Muhammadiyah menyampaikan tiga pesan utama kepada para relawan KAWANMU. Pertama, relawan di minta bekerja secara terukur serta menjaga kesehatan fisik dan mental, agar tidak kelelahan dan justru menjadi beban bagi tim lain.

Kedua, para relawan di ingatkan bahwa mereka adalah duta Persyarikatan Muhammadiyah. Oleh karena itu, sikap, perilaku, dan keteladanan di lapangan harus di jaga sebagai bagian dari dakwah melalui aksi nyata.

Ketiga, relawan di minta menjaga niat dan motivasi pengabdian. Tantangan di lapangan tidak ringan, sehingga di perlukan keteguhan hati dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas kemanusiaan.

Filosofi Bunyanun

Ustadz Izzul juga menekankan filosofi Bunyanun Marshush sebagaimana tercantum dalam Surat As-Shaff ayat 4. Menurutnya, kerja kemanusiaan harus di lakukan secara terkoordinasi, disiplin, dan berada dalam satu barisan yang kokoh.

“Dalam kebencanaan dan sosial, tidak boleh ada celah koordinasi. Semua harus rapi dan bersatu di bawah satu kepemimpinan. Kehadiran KAWANMU adalah wujud nyata barisan kokoh tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, menyampaikan bahwa hingga kini sekitar 500 relawan KAWANMU telah terdaftar dan sedang menjalani proses pelatihan serta pemberangkatan secara bertahap.

Baca Juga:  Surya Mart Sulda 2: Langkah Baru Ekonomi Umat

“MPKS akan terus memperkuat kapasitas relawan secara masif di berbagai daerah. Ke depan, kami mengoptimalkan relawan lokal agar respons kebencanaan dan sosial dapat di lakukan lebih cepat dan mandiri,” jelas Jasra.

Ia menambahkan, penguatan relawan daerah merupakan bagian dari strategi jangka panjang MPKS dalam membangun sistem respons kemanusiaan yang berkelanjutan dan berbasis kekuatan lokal.

Ketua Satgas Relawan KAWANMU MPKS PP Muhammadiyah, H. M. Arif An, menjelaskan bahwa tim psikososial gelombang pertama ini akan langsung berintegrasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang telah lebih dahulu berada di lokasi bencana.

“Tim psikososial ini akan melengkapi kerja-kerja MDMC di lapangan. KAWANMU siap hadir di garis depan untuk melayani umat dan masyarakat terdampak,” ujar Arif An.

Ia menambahkan, kehadiran relawan KAWANMU juga mendapat dukungan dari jejaring kader Muhammadiyah lintas sektor, termasuk unsur kepolisian di daerah terdampak. (r6)

Pos terkait