Muhibbin Zuhri: Ahok Dobel Minoritas

Surabaya, (DOC) – Ketua PCNU Surabaya Dr. Muhibbin Zuhri sempat membandingkan pola kepemimpinan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.
“Kalau berpikir lebih luas, kepentingan nasional, maka, keinginan menarik Bu Risma ke Jakarta ini tidak terlepas dari kondisi Jakarta penuh gejolak. Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok sangat panas. Ahok ini tidak menyadari kalau dirinya dobel minoritas. Sudah Tionghoa, non muslim, sudah begitu arogan lagi. Ini kalau dibiarkan bisa berbahaya. Kalau sampai Ahok kembali memimpin Jakarta, dan gayanya tidak berubah, maka, stabilitas Jakarta menjadi rawan, ujungnya mempertaruhkan Indonesia,” ujar Muhibbin.
Kondisi di Jakarta sejak kepemimpinan Ahok dinilai Muhibbin bertensi tinggi.”Belakangan ada rumor, warga asli Jakarta sudah pasang kuda-kuda untuk menghadang Ahok, bahkan sampai secara fisik. Saya bayangkan, kalau Ahok kampanye di daerah yang komunitasnya anti Ahok, dia bisa dilempari batu kayak di negara-negara konflik . Ini berbahaya. Nah, latar belakang ini membuat sebagian dari kita berusaha membawa Risma ke Jakarta. Tetapi, semua terserah PDIP, karena Bus Risma itu petugas partai.
Disisi Lain Muhibbin menyoroti kepemimpinan Risma saat menjadi walikota.” Bu Risma memang sukses membangun Surabaya, siapa yang tidak tahu bagaimana wajah Surabaya sekarang. Tetapi, ada kelemahan yang perlu disampaikan, misalnya, pembangunan Taman Bungkul, dari segi keindahan bagus. Tetapi, apakah pembangunan taman di situ memperhatikan situs makam wali yang menjadi jujugan ziarah umat Islam. Di sini, saya melihat kekuarangan Risma. Alangkah baiknya kalau pembangunan itu dibarengi dengan nuansa religi,” tandas Muhibbin.
Catatan lain dari Muhibbin yakni, Risma kurang membangun jaringan di tingkat menengah. Selama ini dia kelewat percaya diri dengan dukungan akar rumput. Itu bagus-bagus saja, tetapi, mestinya tidak mengabaikan kekuatan menengah yang justru pekerjaannya merajut kekuatan akar rumput. Kondisi sekarang ini, Risma kurang membangun kerjasama dengan pimpinan-pimpinan Ormas.(dtc/r2)