
Surabaya, (DOC) – Posisi strategis Surabaya sebagai pusat distribusi logistik kawasan Indonesia Timur kian diperhitungkan oleh raksasa pelayaran global. Perusahaan pelayaran internasional, OOCL Shipping Lines, menilai Surabaya memiliki kapasitas besar untuk dikembangkan menjadi hub port utama untuk memperkuat jaringan konektivitas nasional.
Potensi besar tersebut mengemuka saat jajaran manajemen OOCL Shipping Lines melakukan kunjungan kerja ke PT Terminal Teluk Lamong (TTL) di Surabaya.
Regional Group General Manager ASNG OOCL, Karen Lam, menegaskan bahwa Surabaya memegang peran sentral dalam peta logistik nasional, terutama di tengah tingginya tantangan pengembangan pelabuhan di wilayah Jakarta dan Semarang.
“Surabaya memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai hub port bagi Indonesia Timur. Di tengah tantangan pengembangan di Jakarta dan Semarang, Surabaya menjadi alternatif paling strategis untuk memperkuat konektivitas dan jaringan logistik yang terintegrasi,” ujar Karen, Minggu (20/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, jajaran manajemen OOCL termasuk Regional General Manager Indonesia Aaron Chen dan Branch Manager Surabaya Samsuar—diterima langsung oleh Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait.
Selain mempererat kerja sama operasional, OOCL juga meninjau langsung Integrated Planning and Control Room (IP&C) TPK Teluk Lamong. Ruang kendali berbasis teknologi canggih ini berfungsi memantau dan mengendalikan seluruh aktivitas terminal secara real-time, termasuk pengoperasian Automated Stacking Crane (ASC) di lapangan.
Karen mengapresiasi modernisasi fasilitas yang diterapkan TTL. Menurutnya, pemanfaatan teknologi canggih menjadi pilar utama dalam meningkatkan visibilitas, efisiensi, dan efektivitas bongkar muat kapal.
“Kami sangat terkesan dengan ruang IP&C TTL yang mampu memantau operasional secara real-time, hingga pergerakan derek otomatis di lapangan,” tambah Karen.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyambut baik sinergi ini. Ia menegaskan bahwa masukan dari pelayaran global seperti OOCL sangat krusial agar pengembangan operasional TTL selalu relevan dengan kebutuhan pasar internasional.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi kerja sama dengan OOCL. Sinergi yang erat dengan shipping line adalah kunci bagi kami untuk menghadirkan layanan pelabuhan yang andal, responsif, dan siap mendukung kelancaran arus barang,” ungkap David.
Langkah berlanjut TTL dalam meningkatkan kapabilitas operasional dan digitalisasi teknologi diharapkan tak hanya memperlancar arus barang, tetapi juga makin mengukuhkan Surabaya sebagai gerbang utama rantai pasok Indonesia Timur





