Surabaya,(DOC) – Program One Pesantren One Product Jawa Timur (OPOP Jatim) kembali menorehkan langkah strategis di tingkat global. Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, OPOP menggelar OPOP Business Trip 2026 dengan menyasar pasar internasional di kawasan Hongkong dan China.
Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Mohammad Ghofirin, menyampaikan bahwa lawatan bisnis internasional tahun ini menjangkau lima kota strategis, yakni Hongkong, Shenzhen, Zhuhai, Macau, dan Guangzhou.
“Ini adalah tahun kedua OPOP Jawa Timur menyelenggarakan lawatan bisnis internasional. Tahun ini kami fokus ke wilayah Hongkong dan China,” ujar Ghofirin, Minggu (25/1).
Kegiatan OPOP Business Trip 2026 berlangsung selama 22–27 Januari 2026. Selama berada di Hongkong dan Guangzhou, delegasi OPOP mendapatkan sambutan positif dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) setempat.
Menurut Ghofirin, pihak KJRI tidak hanya menerima kunjungan delegasi, tetapi juga memberikan paparan mengenai potensi pasar, peluang ekspor, serta strategi memperkenalkan produk-produk unggulan pesantren Jawa Timur ke pasar global.
“Ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan sekaligus memasarkan produk pesantren ke pasar internasional,” katanya.
40 Peserta
Pada tahun ini, OPOP Business Trip di ikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur yang tergabung dalam program OPOP. Peserta membawa beragam produk unggulan pesantren yang telah di kurasi dan siap di pasarkan secara global.
Ghofirin mengapresiasi antusiasme tinggi dari pesantren yang terlibat dalam kegiatan ini. Menurutnya, keikutsertaan pesantren dalam lawatan bisnis internasional menunjukkan geliat ekonomi pesantren yang semakin kuat dan berorientasi pada kemandirian.
“Ini menjadi bukti bahwa ekonomi pesantren di Jawa Timur berkembang pesat dan memiliki semangat besar untuk mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.
Program OPOP sendiri merupakan inisiatif Khofifah Indar Parawansa yang bertujuan memperkuat ekonomi pesantren melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal. Melalui OPOP, pesantren di dorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ghofirin berharap, lawatan bisnis internasional ini dapat membuka akses pasar yang lebih luas dan memberikan dampak berkelanjutan bagi perekonomian pesantren serta masyarakat di sekitarnya.
“Mudah-mudahan program ini membawa manfaat sebesar-besarnya, baik bagi peningkatan ekonomi pesantren maupun kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (r6)





