Paslon Kepala Daerah Diimbau Tak Arak-arakan Saat Mendaftar di KPU Surabaya

Foto: Insan Qoriawan dan Soepriyatno

Surabaya,(DOC) – Komisioner KPU Kota Surabaya  bidang teknis penyelenggara, Soeprayitno menyatakan, bahwa pendaftaran pasangan calon Wali kota (Cawali) dan Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) yang diusung oleh Partai Politik, resmi dibuka selama 2 hari, mulai Jumat(4/9/2020) besok.

Berbeda pada proses pemilu sebelumnya, pada pendaftaran Paslon kali ini, KPU menerapkan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari test swab sampai pembatasan jumlah personil saat menyerahkan berkas pendaftaran Paslon kepala daerah dari Parpol.

Bacaan Lainnya

“Paslon harus menjalani swab saat mendaftar.  Jika hasilnya positif, maka pendaftaran bisa diwakilkan, asalkan seluruh persyaratannya komplit,” ungkap Soepriyatno, saat media gathering di kantor KPU Surabaya.

Komisioner yang akrab di sapa Nano ini, menjelaskan, test swab dan test kesehatan bagi masing-masing Paslon Cawali – Cawawali akan berlangsung di RS dr Soetomo Surabaya.

Ia berharap, Paslon yang sudah menjalani test swab dan test kesehatan di RS dr Soetomo, disarankan melakukan isolasi mandiri dihotel terdekat, agar tak terjadi penularan.

“Kuatirnya nanti terjadi penularan ke rumah, sehingga di harapkan Paslon isolasi mandiri di sekitar RS dr Soetomo,” katanya.

Informasi yang di dapat KPU, bahwa Paslon Cawali-Cawawali PDI Perjuangan, Eri Cahyadi-Armudji akan mendaftar Jumat(4/9/2020) besok, usai sholat Jumat.

Pada kesempatan sama, Komisioner KPU Jatim, devisi teknis penyelenggara Insan Qoriawan menghimbau, kepada para Paslon untuk tidak menggelar arak-arakkan dari masa pendukungnya saat mendaftar di KPU. Hal ini akan memicu klaster baru perseberan Covid-19.

“Ini bukan hanya berlaku di Surabaya saja, tapi seluruh daerah di Jatim yang melaksanakan Pilkada Serentak,” ungkap Insan Qoriawan.

“Nanti yang diperbolehkan masuk mendaftar cuma Ketua Partai, Sekretaris, Paslon dan Lo Partai. Ada senggang 2 hari untuk perbaikan data,” pungkasnya.(robby)

Baca Juga:  Deklarasi Pilwali Damai, KPU Tak Ingin Kampanye Sara dan Hoax

Pos terkait